(Gereja) Katolik Jaman NOW

 

Oleh Sdr. Octavian Elang Diawan


Jaman NOW, istilah yang menunjuk jaman sekarang, jaman ini. Jaman NOW adalah kelanjutan jaman dahulu, jaman NOW akan diikuti jaman yang akan datang.  Setiap jaman memiliki peradabannya sendiri-sendiri yang unik. Jaman NOW ditandai dengan keterbukaan informasi karena penemuan teknologi informasi yang dinamakan internet dan perangkat pendukungnya.

Gereja Katolik diibaratkan bahtera yang mengarungi jaman. Gereja berlabuh mulai dari pelabuhan surga  yakni hati Allah; Lalu berziarah di dunia daam rupa  kehadiran Yesus Kristus hingga wafat-Nya di kayu salib: Lalu peziarahan Gereja berlanjut melalui Santo Petrus dan penerusnya. Gereja berziarah dari jaman dulu, jaman NOW, lalu jaman yang akan datang hingga akhirnya kembali ke hati Allah sendiri dengan membawa jiwa-jiwa manusia yang  diselamatkan.

Gereja muncul dari hati Allah  yang terdalam – hati yang Maha Kasih, Maha Rahim, Maha Kuasa, Maha Kudus. Hati Allah tak pernah berubah walau  berziarah melalui jaman yang berubah-ubah. Tetapi Gereja harus menyesuaikan diri terhadap tantangan di setiap jaman (ecclesieae semper reformanda), sebagai bahtera Gereja bisa berjalan lurus, kadang berbelok kanan atau kiri, kadang bergerak cepat atau lambat, atau memutar haluan. Namun tugas Gereja tak pernah berubah, yakni mewartakan hati Allah kepada setiap manusia yang ditemui dan membawanya kembali pada Allah.

Gereja Katolik Jaman NOW

Jaman NOW adalah jaman terjadinya perubahan super cepat dari jaman sebelumnya. Arus informasi yang terbuka memutus sekat-sekat antar bangsa dan antar budaya. Orang Indonesia dengan mudah bisa berjodoh dengan orang Afrika hanya dengan berkenalan di depan laptop – sesuatu yang 20 tahun lalu sangat sulit terjadi. Kemajuan teknologi transportasi dan perbaikan ekonomi juga berpengaruh. Transportasi murah menyebabkan orang desa  mudah sekali ke Jakarta atau bahkan menyeberang ke Papua –  dan sebaliknya. Dunia makin melebur (nge-blend). Anak-anak jaman NOW yang masih SD sudah pandai berbahasa Inggris; Orang-orang Korea bahkan pandai berbahasa Jawa.

Di lain pihak kejahatan juga semakin canggih, termasuk terorisme. Panduan membuat bom bisa diperoleh dengan mudah di YouTube.  Masyarakat dunia mengalami perubahan perilaku. Mereka ini sangat menikmati teknologi yang dinamakan gawai, dan citarasa hubungan antar manusia pun turut berubah. Banyak orang tidak mengetahui bahwa gawai bertindak pesis seperti narkotika – menciptakan adiksi. Gawai menjadi sahabat akrab  baru yang menggantikan kakak, adik, atau orang tua.

Namu demikian jaman NOW juga ditandai dengan pertumbuhan umat kristiani di dunia. Afrika Utara, Korea, China, Indonesia, dan Timur Tengah adalah wilayah yang mengalami pertumbuhan umat kristiani cukup menakjubkan. Di Indonesia ada klaim bahwa setiap tahun terdapat 2 juta orang berpindah ke kekristenan. Di KAJ sendiri terdapat pertumbuhan umat sekitar 25 ribu dalam satu tahun terakhir. Sebuah dugaan menyebutkan bahwa ajaran ‘Kasihilah musuhmu’ menjadi salah satu  daya tarik orang menyerahkan diri pada Yesus.

Tantangan Gereja Jaman NOW

Gereja bersikap ketika masuk dalam peradaban jaman NOW ini.  Gereja tetap teguh memegang nilai, namun menyesuaikan diri terhadap dinamika kehidupan. Bapa Suci Fransiskus pun menyadari hal ini maka beliau  menampilkan diri sebagai pimpinan Gereja jaman NOW yang serba gaul, milenial, menerobos kebiasaan lama, tak suka dengan protokoler yang ketat, dan akrab tanpa sekat dengan setiap orang.  Walhasil beliau menjadi orang terkenal dalam waktu yang sangat singkat. Kepemimpinan beliau bukan mengikuti gaya kepemimpinan tradisional  yang menekankan kekuasaan, melainkan kepemimpinan yang mengubah orang (transformasi).

Indonesia di Jaman NOW

Indonesia  jaman NOW adalah Indonesia  yang makin ramai dengan 260 juta penduduknya,  terdiri dari 1.128 suku bangsa; mereka mendiami sebagain dari sebanyak 13.466 pulau yang kita miliki. Segala jenis orang bisa ditemukan di sini: orang kaya raya  mapun orang miskin, orang budiwan-budiwati tulus hati ahli surga maupun para begal uang rakyat yang rajin beribadah, orang  pedalaman yang hidup secara nomaden  yang belum bisa membaca a-be-ce-de-e maupun para profesor ahli nuklir.  Wilayah pulau yang bersih hijau  segar  atau wilayah  Kali Item berbau busuk menyebar kuman pun bisa ditemukan.  Itu semua adalah situasi  yang dihadapi  Gereja Indonesia di mana kita ada di dalamnya. Situasi yang memang harus dilalui oleh Gereja dalam peziarahannya mewartakan hati Allah yang mencinta. Dan kita pulalah yang menghadapinya sebagai bagian sentral Gereja.

Memeluk Anggota Keluarga

Namun, jaman NOW seperti gelas kaca yang sangat tipis. Bila kita lengah kita bisa tanpa sengaja menyenggol gelas ini dan jatuh lalu pecah tak berguna. Banyak keluarga Katolik sudah sedemikian hati-hati merawat keluarganya toh masih juga kebobolan. Ada beberapa pengguna narkotika yang saya kenal adalah anak-anak dari keluarga Katolik yang taat. Di jaman NOW sungguh diperlukan kehati-hatian ekstra untuk menjaga ‘gelas keluarga’ agar tetap aman di tempatnya. Mungkin saja kita tak menyenggolnya, namun bisa jadi tiba-tiba  ada kucing melompat  lalu  menyenggolnya dan gelas jatuh pecah berkeping-keping.  Setiap orang tua harus waspada terhadap kecenderungan ‘gawai’-isme dalam anggota keluarga. Kebersamaan dan komunikasi yang bermutu tak bisa diganti dengan gawai. Orang tua harus sering bertindak dan mengucakan kata  iman, pengharapan, dan kasih. Usahakan ketiga kata itu bukan termasuk kata asing. Biarkan kata itu secara halus mengendap dalam bawah sadar semua anggota keluarga. Biarkan ia menjadi benih dan akhirnya bertumbuh menjadi pohon keselamatan. Inilah cara memeluk anggota keluarga sehingga ikatan kasih dan kesetiaan tetap menyala. Mari mencercap inspirasi  keluarga kudus Nazareth yang melakukan hal-hal  itu dengan sangat indah.

Memeluk Tetangga

Jaman NOW membuka sekat-sekat kelompok. Interaksi antar budaya, antar ideologi, antar lapisan sosial terjadi tanpa bisa dibendung. Di Indonesia kebhinekaan adalah mutlak. Bahkan dua saudara kembar Ipin dan Upin pun tetap memiliki perbedaan yang khas.

Perbedaan menjadi cara Allah untuk menunjukkan kemuliaannya. Bila ada syair lagu berbunyi “Tuhan ditemukan dalam ketenangan,” maka dalam konteks kebhinekaan Indonesia kita bisa berkata “Tuhan ditemukan dalam perbedaan”. Maka mari kita menghargai perbedaan dan menjadikan hal ini sebagai kesempatan pengudusan diri. Mari temui tetangga-tetangga yang tak seiman dengan kita. Kita tunjukkan bahwa kita adalah pewarta hati Allah yang lemah lembut. Kita peluk mereka dalam semangat illahi, karena hati Allah adalah hati yang menyatukan, hati yang menghidupkan, dan hati yang menyembuhkan.

Selamat berlabuh di jaman NOW;

Mari mewartakan hati Allah di jaman NOW,

and do it NOW.


Sdr. Octavian Elang Diawan adalah Asisten Pemimpin Rohani Senatus Bejana Rohani sejak Juli 2016.

Tanyakan pada Ahlinya (Maria – Ibu Guruku)

Oleh Octavian Elang Diawan


Berkenalan dengan Ibu Guru Kita

Ibu guru kita bernama Maria. Orang mengenalnya sebagai  wanita ndeso dari Nazareth yang sederhana. Usianya pun masih belasan tahun di akhir masa akhil balik. Ia tidak mengajar pelajaran bahasa, atau matematika, atau akuntansi. Namun ia mengajar pelajaran yang sangat luhur. Ilmunya tak bisa dinilai dengan emas segunung. Ibu guru kita ini mengajarkan seluruh ilmu kehidupan – baik kehidupan dunia maupun setelahnya.Ilmu ini sesungguhnya  sangat berat, tetapi oleh Ibu Maria lalu disajikan dengan sangat sederhana, begitu sederhana sehingga anak-anak atau simbok-simbok dusun pun bisa menerapkan ilmu ini untuk kesejahteraan hidupnya. Ilmu ini adalah tentang mencintai Allah. Siapa yag bisa mencintai Allah, maka Allah akan mencintainya juga – dan kepada mereka yang dicintai Allah disipakan kehidupan akhir jaman nan mulia.

Mengapa Maria pandai dalam mencintai Allah?

Maria sangat paham bagaimana mencintai Allah, karena Maria membiarkan dirinya dipakai oleh Allah sendiri sebagai jalan penjelmaan-Nya sebagai manusia. Oleh sebab  itu Maria paham sekali siapa Allah – yang kemudian melalui rahimnya  menjelma sebagai manusia bernama Yesus.  Maria lalu menjadi ibu kadung Yesus. Sebagai ibu, ia secara intuitif sangat menyayangi anak. Mana ada sih ibu yang tak mencintai anaknya sendiri? He-eh.. Tangisan malam sang bayi  pasti membuat Maria terbangun dan meloncat mengambil susu menenangkan Yesus. Ketika Yesus hilang saat pisowanan di Bait Allah, Maria otomatis kebingungan lalu lari kesana kemari mencarinya ke pelosok kota hingga ke desanya. Demikian pula ketika Yesus sudah dewasa dan harus menerima hukuman kisas, Maria mengikuti jalan salib-Nya (via dolorosa).  Walau dengan menahan rasa ngeri yang maha dahsayat, Maria teguh kukuh tak mau meninggalkan Anak itu hingga maut mengambil-Nya di tiang penyaliban keji. Itulah mengapa kita percaya bahwa Maria sangat mengerti cara mencintai Yesus, sebab ia melakukannya setiap hari selama 33 tahun  dengan cara yang  sempurna.

Mengapa Maria Mengerti Ke-Illahian Yesus?

Maria tahu betul bahwa Yesus bukanlah manusia biasa seperti teman sepantarannya waktu itu, sebutlah: Alex, Boby, Agus, Stefany,  Jakawi, Prabawa, dan lain-lain. Nama-nama lain itu sungguh manusia biasa 100% – seperti saya dan Anda. Maria sungguhmemahami bahwa Yesus 100% adalah Allah sendiri yang berbeda dengan teman sepantaran tersebut. Jadi wajar saja kalau  Maria bisa dengan PD meminta para pelayan katering agar menurut apa yang dikatakan Yesus waktu peristiwa pesta kawin  kehabisan anggur di Kana. Maria tahu bahwa Yesus adalah Allah sang pembuat mujizat.

Demikian juga pasti Maria tak heran-heran amat atas kabar terbukanya makam Yesus pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya di Kalvari. Maria di hatinya pasti mengerti dengan sukacita bahwa Yesus yang dikasihinya bangkit dari alam maut. Sebab, putranya  adalah Allah yang mengalahkan kematian. Mungkin ia hanya senyum-senyum saja mendengar hoax sana-sini yang mengatakan bahwa jenasah Yesus  telah dicuri orang.  Jadi sebuah kesimpulan tentang Maria adalah:

Maria benarbenar paham siapakah Yesus ini

Tanyakan pada ahlinya

‘Tanyakan pada ahlinya,’ demikian bunyi sebuah  kalimat nasihat bijak. Selama ini saya selalu minta tolong pada kawan bernama Andres bila  menghadapi kendala berkaitan dengan komputer, ya karena Andres ini adalah  teknisi komputer yang berpengalaman.

Ungkapan ‘tanyakan pada ahlinya’  ini rupanya juga  berlaku  dalam kehidupan spiritual.  Jadi tanyakan saja pada ahlinya bila kita sugguh ingin mengenal Yesus Sang Juru Selamat. Dan si ahli itu tak lain tak bukan adalah Maria – Ibu Yesus. Si ahli ini juga begitu rendah hati sehingga bersedia menjadi guru umat manusia agar  sebanyak mungkin manusia bisa mengenal Yesus. Maka layak dan bijaksana kalau umat Katolik sepanjang jaman mau berguru pada sang ahli ini.

Tanyakan pada Maria bagaimana mengatasi masalah kehidupan pribadi Anda.

Tanyakan pada Maria bagaimana memperoleh pengampunan Allah.

Tanyakan pada Maria bagaimana memperoleh ketenangan jiwa.

Tanyakan pada Maria bagaimana  mengelola  kehidupan yang bermakna.

Tanyakan pada Maria bagaiana menghadirkan ketentraman dalam keluarga seperti keluarganya di Nazareth itu.

Tanyakan pada Maria bagaimana mengembangkan pengharapan kehidupan kekal.

Tanyakan….

Ya, tanyakan saja….!!

Maria adalah ahlinya dalam hal itu semuanya, Maria sekaligus juga guru kita di mana kita bisa belajar. Bahkan kita diijinkan belajar secara gratis…. agar kita bisa mengenal Yesus secara mantap.

Tanyakan saja pada Maria

Ayukk…


Octavian Elang Diawan adalah Asisten Pemimpin Rohani Senatus Bejana Rohani.

Aku adalah Prajurit Bala Tentara Allah

Aku adalah prajurit bala tentara Allah.
Tuhan Yesus Kristus adalah Komandanku.
Kitab suci adalah kode etik ku.
Iman, doa, dan Firman adalah senjata peperanganku.
Aku telah diajar oleh Roh Kudus, dilatih oleh pengalaman, diadili oleh kesulitan dan diuji dengan api.
Aku adalah relawan dalam bala tentara ini, dan aku terdaftar untuk selamanya.
Aku tidak akan mengundurkan diri, mengkhianati, terhalangI atau tersingkirkan.
Aku setia, bertanggung jawab, cakap, dan dapat diandalkan.
Jika Tuhanku membutuhkanku, aku ada disana. Aku seorang prajurit.

Aku bukan bayi. Aku tak perlu dimanja, dibelai, disediakan, didorong, dibangunkan, diangkat, atau disemangati. Aku seorang prajurit.
Tidak ada yang harus memanggil aku, mengingatkan aku, mengunjungi aku, menyenangkan aku.

Aku seorang prajurit.
Aku bukan seorang pengecut. Aku bekerja, menghormati Raja-Ku, mematuhi perintah-Nya, memuji nama-Nya dan membangun kerajaan-Nya!
Tidak ada yang harus memberiku bunga, hadiah, makanan, kartu, atau permen, atau memberi sumbangan.
Aku tidak perlu dipeluk, diayun, dirawat, atau dilayani. Aku setia.
Aku tidak mengizinkan perasaan aku sakit sehingga aku memalingkan diri.
Aku tidak berkecil hati, sehingga menghindar.
Tidak ada kehilangan yang membuat aku berhenti

Ketika Tuhan Yesus memanggil aku ke dalam bala tentara ini, aku tidak memiliki apa-apa.
Jika aku berakhir tanpa apa-apa, aku akan terus maju. Aku akan menang.
Allahku telah dan akan terus memenuhi kebutuhanku.
Aku lebih dari seorang penakluk. Aku akan selalu menang.
Aku mampu melakukan semua hal melalui Kristus.

Iblis tidak bisa mengalahkan aku.
Orang tidak bisa mengecewakanku.
Cuaca tidak bisa membuatku lelah.
Penyakit tidak bisa menghentikan aku.
Pertempuran tidak bisa mengalahkan aku.
Uang tidak bisa membeliku.
Pemerintah tidak bisa membungkam aku.
Dan neraka tidak bisa menguasai aku. Aku seorang prajurit.
Bahkan kematian pun tidak bisa menghancurkan aku.

Aku adalah seorang prajurit bala tentara, dan aku berbaris menyatakan kemenangan.
Aku tidak akan menyerah. Aku tidak akan berbalik.
Aku adalah seorang prajurit, berbaris maju bersekutu dengan Allah.

Disini aku berdiri!

ANNOUNCEMENT : PENAMBAHAN SANTO RAFAEL DALAM DOA PENUTUP TESSERA

ATTENTION PLEASE!!

Pada tanggal 21 Januari 2018 Konsilium Morning Star Dublin telah menyeujui penambaham St Rafael pada doa penutup Tesera.

Sehingga kini format doa penutup pada bagian Malaikat Agung menjadi :

Malaikat Agung

Santo Mikael, Santo Gabriel, dan Santo Rafael,

Doakanlah kami.

Rumusan ini wajib untuk segera diterapkan dalam rapat dan dalam doa pribadi Anda masing-masing.

Mohon agar informasi ini disebarluaskan kepada seluruh anggota aktif dan auksilier di dewan dan presidium Anda.

Terima kasih.
Ave Maria.

-SENATUS BEJANA ROHANI-