Joaquina Lucas, Envoy Muda Legio

Joaquina Lucas bergabung dengan Legio Maria pada tahun 1940. Dia adalah salah satu pendiri presidium yang didirikan di Hospicio de San Jose – Manila. Tempat ini adalah sebuah panti asuhan, rumah sakit, sekaligus panti jompo, yang dijalankan oleh para Suster Charitas. Presidium yang didirikan pada 21 Juli 1940 ini merupakan presidium pertama di Manila, sekaligus menjadi tonggak sejarah kelahiran Legio Maria di Filipina.

Pemimpin Rohani  mereka adalah Pastor Manuel Gracia, CM, dan semua anggota pertamanya adalah mahasiswa, salah satunya adalah teman Joaquina sendiri yang kemudian menjadi sesama envoy (utusan), Pacita Santos. Selama pendudukan Jepang antara tahun 1942 hingga 1945, Legio Maria tumbuh dan berkembang. Pada akhir perang ada 12 kuria di wilayah Manila.

Pada tahun 1946, Joaquina ditunjuk sebagai envoy pertama Legio Maria ke Amerika Latin. Ia memulai pekerjaannya di Meksiko dan kemudian ke Amerika Selatan. Dengan kefasihannya dalam bahasa Inggris dan Spanyol, pada tahun 1950 ia tiba di Argentina, dan selama enam tahun berikutnya ia bekerja di Cile, Argentina, Peru, Kolombia dan Brazil, di mana ia kemudian dapat menguasai bahasa Portugis dengan lancar.

Pada tahun 1953 ketika Saudara Grace dan Alfie Lambe tiba di Amerika Selatan sebagai envoy, mereka bertemu Joacquina di bandara Bogota, Kolombia. Selama beberapa bulan Joacquina bertindak sebagai penerjemah bagi mereka dan membantu mereka menyempurnakan bahasa Spanyol mereka sampai masing-masing sebelum mulai bekerja di wilayahnya.

Para Envoy Amerika Selatan

Ketika ia menyelesaikan periode penugasannya di Amerika Selatan, Joaquina datang ke Dublin dan setelah beberapa bulan di Markas Legio ia diangkat sebagai envoy ke Portugal. Dia menyelesaikan tugasnya di Portugal pada tahun 1958 dan kembali ke rumah.

Pada tahun 1963 ia kembali diangkat sebagai envoy, kali ini bagi Jepang, Indonesia dan Korea di mana ia menetap hingga tahun 1965. Ia adalah salah satu envoy terlama Konsilium dalam menyebarkan Legio Maria.

Di Indonesia, Joaquina Lucas merintis presidium pertama di kota Bogor paad 2 Februari 1963 bersama Saudara Aloysius Martondang dan Pater Peperzaak, OFM. Ia juga hadir meresmikan Senatus Sinar Bunda Karmel Malang pada 5 Juli 1964.

Sejak ia kembali pulang ke Manila dia telah mengambil bagian aktif dalam Legio, terutama terlibat dalam banyak kegiatan Senatus.

Joacquina meninggal mendadak pada pesta Bunda Maria dari Medali Wasiat tahun 1988. Ketika ia tengah berjalan kaki untuk menghadiri rapat Legio, ia menjadi korban tabrak lari dan meninggal tak lama kemudian di rumah sakit

Tidak diragukan lagi, Bunda Maria akan memberi sambutan yang besar untuk envoynya yang mahir dan gigih ini.


Sumber :

Tulisan John Murray pada Maria Legionis, Juni 1989

The Historical Significance of The Legion of Mary in South America (1950-1984)

www.legionofmaryd7.com