Saya Punya Waktu

Alokusio oleh Br. Albertus Sigit Permana, MSF pada Rapat Kuria Bejana Kerahiman – Tanjung Selor (Sabtu, 17 November 2018)


Bacaan rohani : Buku Pegangan Halaman 201 point (d)

Saudara-saudari para legioner Maria yang terkasih.

Renungan sore hari ini adalah soal waktu atau time. Banyak orang memakai alasan waktu untuk pembenaran diri : Tidak ada waktu lah, sibuk lah. Memang banyak orang yang sibuk, tetapi kesibukan mereka tidak diisi dengan kegiatan-kegiatan rohani. Sepertinya kegiatan rohani seperti Legio, doa, ekaristi, tidak dipandang, bahkan mungkin dianggap membuang-buang waktu saja.

Para legioner yang terkasih,

Banyak orang punya prioritas, tetapi seringkali Tuhan, dengan segala kebenaranNya dan kekuasaanNya, tidak dijadikan prioritas. Sering kali kita egois, prioritas hanya untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan sendiri. Orang lain juga kurang mendapat perhatian.

Para Laskar Maria yang terkasih,

Seringkali kita mengatakan “sibuk”, tetapi selama sehari hanya omong saja, dan waktu habis berlalu. Ada orang yang berkata “Selama sehari ini aku berteman dengan setan.” Paulus pernah mengajak, “Making the best use of the time, because the days are evil.”Artinya pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Ef 5:16). Kita diajak untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya. Maka penyair Romawi – Lucanus (39-65 M) berkata : “Duce tempus eget“, waktu juga membutuhkan pembimbing.

Kita, saya dan Anda adalah pengelola dan pemilik waktu. Waktu yang kita miliki sama, sayangnya ada yang merasa  kurang waktu. Ada yang merasa kelebihan waktu, sehingga seolah-seolah membuang-buang waktu. “Omnis hebet sua dona dies“, setiap hari memiliki anugerahnya sendiri-sendiri. Atau bahkan ada ungkapan “Tempus edax rerum“, artinya waktu itu memakan segalanya.

Waktu adalah uang, time is money, atau “Empta dolore docet experential” : waktu adalah pengalaman. Pengalaman yang dibayar dengan kesungguhan mengajari seseorang untuk lebih bijak. Kita sebagai anggota Legio Maria seharusnya sudah banyak memiliki pengalaman yang indah dan unik, karena banyak waktu yang bernilai untuk kita persembahkan kepada Maria, baik lewat rapat, tugas-tugas, kegiatan-kegiatan, dsb. Mari jangan selalu memakai alasan waktu untuk mencari rasa aman, menghindar, dan sebagainya, tetapi kita gunakan waktu dengan bijak supaya lebih berdaya guna. Bapak pendiri Legio sendiri selalu menyediakan waktu untuk Tuhan dan sesama, apapun situasinya.

Tuhan memberkati dan Bunda Maria menyertai. Amin.


Br. Albertus Sigit Pramana, MSF adalah Asisten Pemimpin Rohani Kuria Bejana Kerahiman, Keuskupan Tanjung Selor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *