Tanyakan pada Ahlinya (Maria – Ibu Guruku)

Oleh Octavian Elang Diawan


Berkenalan dengan Ibu Guru Kita

Ibu guru kita bernama Maria. Orang mengenalnya sebagai  wanita ndeso dari Nazareth yang sederhana. Usianya pun masih belasan tahun di akhir masa akhil balik. Ia tidak mengajar pelajaran bahasa, atau matematika, atau akuntansi. Namun ia mengajar pelajaran yang sangat luhur. Ilmunya tak bisa dinilai dengan emas segunung. Ibu guru kita ini mengajarkan seluruh ilmu kehidupan – baik kehidupan dunia maupun setelahnya.Ilmu ini sesungguhnya  sangat berat, tetapi oleh Ibu Maria lalu disajikan dengan sangat sederhana, begitu sederhana sehingga anak-anak atau simbok-simbok dusun pun bisa menerapkan ilmu ini untuk kesejahteraan hidupnya. Ilmu ini adalah tentang mencintai Allah. Siapa yag bisa mencintai Allah, maka Allah akan mencintainya juga – dan kepada mereka yang dicintai Allah disipakan kehidupan akhir jaman nan mulia.

Mengapa Maria pandai dalam mencintai Allah?

Maria sangat paham bagaimana mencintai Allah, karena Maria membiarkan dirinya dipakai oleh Allah sendiri sebagai jalan penjelmaan-Nya sebagai manusia. Oleh sebab  itu Maria paham sekali siapa Allah – yang kemudian melalui rahimnya  menjelma sebagai manusia bernama Yesus.  Maria lalu menjadi ibu kadung Yesus. Sebagai ibu, ia secara intuitif sangat menyayangi anak. Mana ada sih ibu yang tak mencintai anaknya sendiri? He-eh.. Tangisan malam sang bayi  pasti membuat Maria terbangun dan meloncat mengambil susu menenangkan Yesus. Ketika Yesus hilang saat pisowanan di Bait Allah, Maria otomatis kebingungan lalu lari kesana kemari mencarinya ke pelosok kota hingga ke desanya. Demikian pula ketika Yesus sudah dewasa dan harus menerima hukuman kisas, Maria mengikuti jalan salib-Nya (via dolorosa).  Walau dengan menahan rasa ngeri yang maha dahsayat, Maria teguh kukuh tak mau meninggalkan Anak itu hingga maut mengambil-Nya di tiang penyaliban keji. Itulah mengapa kita percaya bahwa Maria sangat mengerti cara mencintai Yesus, sebab ia melakukannya setiap hari selama 33 tahun  dengan cara yang  sempurna.

Mengapa Maria Mengerti Ke-Illahian Yesus?

Maria tahu betul bahwa Yesus bukanlah manusia biasa seperti teman sepantarannya waktu itu, sebutlah: Alex, Boby, Agus, Stefany,  Jakawi, Prabawa, dan lain-lain. Nama-nama lain itu sungguh manusia biasa 100% – seperti saya dan Anda. Maria sungguhmemahami bahwa Yesus 100% adalah Allah sendiri yang berbeda dengan teman sepantaran tersebut. Jadi wajar saja kalau  Maria bisa dengan PD meminta para pelayan katering agar menurut apa yang dikatakan Yesus waktu peristiwa pesta kawin  kehabisan anggur di Kana. Maria tahu bahwa Yesus adalah Allah sang pembuat mujizat.

Demikian juga pasti Maria tak heran-heran amat atas kabar terbukanya makam Yesus pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya di Kalvari. Maria di hatinya pasti mengerti dengan sukacita bahwa Yesus yang dikasihinya bangkit dari alam maut. Sebab, putranya  adalah Allah yang mengalahkan kematian. Mungkin ia hanya senyum-senyum saja mendengar hoax sana-sini yang mengatakan bahwa jenasah Yesus  telah dicuri orang.  Jadi sebuah kesimpulan tentang Maria adalah:

Maria benarbenar paham siapakah Yesus ini

Tanyakan pada ahlinya

‘Tanyakan pada ahlinya,’ demikian bunyi sebuah  kalimat nasihat bijak. Selama ini saya selalu minta tolong pada kawan bernama Andres bila  menghadapi kendala berkaitan dengan komputer, ya karena Andres ini adalah  teknisi komputer yang berpengalaman.

Ungkapan ‘tanyakan pada ahlinya’  ini rupanya juga  berlaku  dalam kehidupan spiritual.  Jadi tanyakan saja pada ahlinya bila kita sugguh ingin mengenal Yesus Sang Juru Selamat. Dan si ahli itu tak lain tak bukan adalah Maria – Ibu Yesus. Si ahli ini juga begitu rendah hati sehingga bersedia menjadi guru umat manusia agar  sebanyak mungkin manusia bisa mengenal Yesus. Maka layak dan bijaksana kalau umat Katolik sepanjang jaman mau berguru pada sang ahli ini.

Tanyakan pada Maria bagaimana mengatasi masalah kehidupan pribadi Anda.

Tanyakan pada Maria bagaimana memperoleh pengampunan Allah.

Tanyakan pada Maria bagaimana memperoleh ketenangan jiwa.

Tanyakan pada Maria bagaimana  mengelola  kehidupan yang bermakna.

Tanyakan pada Maria bagaiana menghadirkan ketentraman dalam keluarga seperti keluarganya di Nazareth itu.

Tanyakan pada Maria bagaimana mengembangkan pengharapan kehidupan kekal.

Tanyakan….

Ya, tanyakan saja….!!

Maria adalah ahlinya dalam hal itu semuanya, Maria sekaligus juga guru kita di mana kita bisa belajar. Bahkan kita diijinkan belajar secara gratis…. agar kita bisa mengenal Yesus secara mantap.

Tanyakan saja pada Maria

Ayukk…


Octavian Elang Diawan adalah Asisten Pemimpin Rohani Senatus Bejana Rohani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *