Natal dalam Tradisi Katolik dan Hubungannya dengan Legio Maria

Bacaan Rohani : Buku Pegangan Hal 303 “Tanpa Maria tidak ada ajaran Kristen yang sejati”

Natal adalah peristiwa pertemuan antara tawaran keselamatan Allah dan sikap manusia. Dalam peristiwa Natal ada sebagian manusia yang menerima tawaran keselamatan itu, yakni Bunda Maria, para majus, para gembala termasuk ternak-ternaknya. Di lain pihak ada pula Herodes yang menolak dengan terang-terangan tawaran ini.

Iman Katolik yang benar adalah kehendak untuk menerima tawaran keselamatan ini dan menghidupinya. Maria adalah orang yang pertama-tama menunjukkan iman ini dengan sangat sempurna. Ketika malaikat Gabriel memberitahukan akan kelahiran Yesus melalui dirinya, Maria tidak berpanjang-panjang dalam pertimbangan dan permenungan (red: galouw). Namun Maria justru bisa segera mengatakan “Ya” agar kehendak Allah itu terjadi melalui dirinya. Padahal waktu itu Maria tak mengerti apa-apa siapakah Yesus yang akan dia kandung, dan ia tak ambil pusing dengan apa yang akan terjadi di kemudian hari sebagai konsekwensi mengandung tanpa menikah. Kehendak Allah adalah misteri baginya. Maria hanya tahu bahwa ia harus menerima kehendak Allah sebagai jawaban atas panggilan karya keselamatan Allah sendiri. Kita para Legioner diajak untuk meneladan Maria yang mau menanggapi panggilan karya keselamatan Allah ini – yakni kita harus mau menanggapi kehadiran Yesus secara penuh. Mencintai Iman Katolik adalah upaya nyata kita untuk menerima Yesus.

Oleh : RD Petrus Tunjung Kusuma