Bertumbuh dalam Iman dan Prestasi

Dari Penajam, Kalimantan Timur, dekat kawasan Ibu Kota Nusantara, hadir sebuah kisah yang membanggakan dari seorang legioner junior. Namanya Lucy Filipini Saro, yang akrab disapa Uci. Di usianya yang baru 13 tahun, ia memperlihatkan bahwa belajar, mengembangkan bakat, dan melayani Tuhan dapat berjalan bersama.
Uci kini duduk di kelas VIII SMP ITCI PPU. Sejak kelas VI SD, ia telah bergabung dalam Legio Maria di Presidium Ratu Para Perawan, Paroki Santa Maria dari Fatima, Penajam, yang berada dalam naungan Kuria Dahor. Sejak usia muda, ia mulai mengenal kebersamaan dalam doa dan pelayanan sebagai anggota keluarga besar Legio Maria.
Ada banyak hal yang patut kita syukuri dari anak ini. Uci berhasil meraih juara pertama lomba membaca Kitab Suci tingkat paroki. Ia juga meraih juara pertama lomba desain logo ulang tahun paroki. Di sekolah, ia pun memperoleh peringkat pertama di kelasnya. Kemampuan membaca, kreativitas, dan ketekunannya belajar menjadi talenta yang dapat terus dikembangkan untuk kebaikan.
Yang juga menggembirakan, Uci mengambil bagian dalam pelayanan sebagai misdinar. Menurut penuturan ibunya, selama sehat dan tidak berhalangan, ia selalu berusaha hadir di gereja. Di tengah kegiatan sekolah dan berbagai kesibukan, ada tempat yang selalu ia berikan bagi Tuhan dan Gereja.
Bagi saya, kehidupan Uci menjadi kesaksian sederhana tentang iman yang bertumbuh melalui keseharian. Belajar dengan sungguh-sungguh merupakan cara mensyukuri kemampuan yang Tuhan berikan. Membacakan Kitab Suci menjadi kesempatan menyampaikan sabda-Nya kepada umat. Membuat desain untuk paroki pun menjadi cara mempersembahkan kreativitas bagi kehidupan Gereja.
Tentu, perjalanan Uci masih panjang. Ia masih membutuhkan pendampingan, dukungan, dan ruang untuk bertumbuh. Kisahnya mengingatkan kita, para legioner senior, untuk hadir mendampingi anggota junior: menyemangati mereka, mendengarkan kesulitan mereka, dan membantu mereka menemukan sukacita dalam doa serta pelayanan.
Di dekat Nusantara yang sedang dibangun, kita pun melihat harapan bagi masa depan Gereja dalam diri seorang anak seperti Uci. Semoga semakin banyak anak muda mendapat kesempatan mengembangkan bakat sekaligus bertumbuh dalam kasih kepada Tuhan.
Teruslah bertumbuh, Uci. Selamat atas prestasi-prestasimu! Semoga engkau tetap rendah hati, tekun belajar, dan bersukacita dalam pelayanan. Kiranya Bunda Maria senantiasa membimbingmu semakin dekat kepada Yesus, sehingga setiap talenta yang engkau miliki menjadi berkat bagi sesama.
Senatus bangga denganmu Uci !
