Rekoleksi “ Legio Bersinode” Komisium Palembang

Oleh : Yanti – Komisium Palembang

Pada hari Minggu tanggal 16 Januari 2022 bertempat di Superiorat SCJ Gentiaras, Jalan Karya Baru No. 94 KM 7 Palembang, Komisium Ratu Pencinta Damai Palembang mengadakan rekoleksi “Legio Bersinode” yang diikuti oleh 89 peserta dari 9 presidium. Rekoleksi diawali dengan misa kudus pada pukul 08.00 WIB yang dipimpin oleh Rm. Agustinus Riyanto SCJ dan konselebran Pemimpin Rohani Komisium, RD Vinsensius Setiawan Triatmojo.

Rekoleksi dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan penjelasan dari Pemimpin Rohani mengenai pengertian, tema, sasaran, latar belakang, maksud dan tujuan sinode. Secara singkat, sinode artinya berjalan bersama Gereja sebagai satu persatuan umat Allah untuk merefleksikan dirinya dan tugas perutusannya. Dan karena Legio Maria juga adalah bagian dari umat Allah, maka seluruh legioner juga diundang untuk ikut bersinode bersama semua umat yang telah dibaptis, baik atas nama umat paroki, komunitas, mau pun kelompok kategorial/ devosional. Peserta kemudian dibagi menjadi delapan kelompok berbeda berdasarkan presidium masing-masing untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai proses refleksi, discernment, dan koreksi/ evaluasi diri. Adapun pertanyaan-pertanyaannya sebagai berikut :

    • Tema wajib : Mendengarkan

Bagaimana Allah berbicara kepada kita melalui suara yang kadang kita abaikan? dst

    • Tema Pilihan : Dialog di dalam Gereja dan masyarakat (internal dan eksternal)

Internal : Adakah kisah-kisah istimewa terkait relasi dan dialog antar saudara seiman? dst

Eksternal : Adakah kisah-kisah istimewa dialog umat katolik dengan sesama/ non katolik? dst

Notulis dari tiap kelompok akan mencatat dan mengumpulkan jawaban, usulan, ide-ide yang muncul dalam dinamika sinode, merangkumnya lalu menyerahkan semua hasil diskusi ke sekretaris komisium. Selanjutnya sekretaris komisium akan merangkum semua jawaban lalu dikirim ke Panitia Sinode Keuskupan Agung Palembang.

Nilai inspiratif dari kegiatan ini adalah :

  1. Legioner diharapkan berperan aktif dalam sinode di paroki/ lingkungan masing-masing
  2. Legioner peduli terhadap situasi dan kondisi Gereja dan masyarakat
  3. Legioner ditantang untuk tetap setia dalam tugas perutusan dalam Gereja, misalnya mengunjungi mereka yang sudah tidak peduli dengan kehidupan menggereja dan tidak memelihara imannya.