Surat Konsilium April 2016

Kepada Saudara Octavian
Sekretaris Senatus Jakarta

Legio Maria, 23 Maret 2016

Yang terkasih Saudara Octavian,

Atas nama Konsilium Legionis, saya mengucapkan Selamat Sukacita Paskah kepada Ketua, Pemimpin Rohani, Para Perwira, dan seluruh anggota Senatus Jakarta. Saya berterimakasih atas ketaatan dan dedikasi untuk pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan para kudus-Nya melalui keanggotaan Legio Maria.

Masa Pra Paskah telah menjadi bagian dari persiapan Pekan Suci dan hari-hari yang istimewa di mana kita mengenang perjamuan terakhir dengan penetapan Ekaristi, dan penderitaan, kematian serta kebangkitan yang mulia dari Juru Selamat kita Yesus Kristus.

Selama masa Pra Paskah, Kuria saya, melakukan retret sehari. Ini adalah kesempatan untuk menerapkan saran dari Pemimpin Rohani, berdoa, berkontemplasi dalam renungan, pemeriksaan batin, Sakramen Rekonsiliasi diikuti dengan Misa dan Komuni Suci. Saya harap para Legioner di mana pun mereka berada melakukan retret sekali dalam setahun.

Dalam surat saya yang terakhir, saya menyampaikan tentang pentahtaan hati Yesus Yang Maha Kudus di rumah-rumah (lihat Buku Pegangan bab 37.3 dan bab 40.2). Itu sangat berguna dan menjadi berkat dan meningkatkan kerohanian untuk para orang dewasa dan anak-anaknya. Dan saya yakin ini harus dipromosikan (ini pernah dilakukan di rumahku di mana saya tumbuh dulu dan masih ada di rumahku sekarang).

Perwira yang telah selesai masa jabatannya selama 3 tahun haruslah dilangsungkan pemilihan segera. Para perwira presidium yang ditunjuk haruslah sesuai Buku Pegangan bab 14. Para perwira dewan haruslah ditunjuk dengan mengikuti pemilihan sesuai dengan Buku Pegangan bab 28.

Rencana Pembentukan Regia untuk Kalimantan. Mohon saya diberitahu perkembangannya.

Notulensi dan Statistik. Saya menantikan untuk menerima notulensi dari Senatus dan juga statistik yang telah saya minta pada surat saya yang terakhir.

Rapat Konsilium tanggal 20 Maret 2016. Ada beberapa laporan yang menarik. Doa-doa dipimpin oleh Romo Bede McGregor OP. Jumlah hadirin sangat banyak sekali, termasuk 14 legioner dari Jerman dan 2 legioner Afrika yang datang dari Antwerpen, Belgia di mana mereka akan mengunjungi Perancis, dan mereka menceritakan negara-negara Afrika dan menjadi koresponden untuk negara-negara itu atas nama Konsilium. Semuanya disambut hangat oleh Saudari Sile, Ketua Konsilium.

Saya menutup surat ini, semoga Anda semua diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa dengan berkat-Nya yang melimpah selama Pekan Suci dan Sukacita istimewa untuk Minggu Paskah seraya kita merayakan kebangkitan Tuhan Yesus.

Hari Minggu setelah Minggu Paskah adalah – seperti kita ketahui bersama – didedikasikan untuk Kerahiman Ilahi. Banyak orang berdoa novena Kerahiman Ilahi sejak Jumat Agung. Dunia kita yang penuh masalah ini membutuhkan Kerahiman Ilahi dan pertolongan-Nya setiap waktu.
`
Berkat Tuhan,
Catherine Donohoe

Surat Konsilium Februari 2016

Kepada Saudara Octavian
Sekretaris Senatus Jakarta

Legio Maria
Februari 2016

Yang terkasih Saudara Octavian,

Atas nama Konsilium saya sampaikan salam bagi Ketua, Pemimpin Rohani serta seluruh perwira dan anggota Senatus Jakarta. Terima kasih atas notulen yg disampaikan (sampai dengan Oktober 2015) dan saya akan sangat senang menerima notulen-notulen yg berikutnya.

Saya yakin dengan anggota yang setia dan tugas-tugas yg telah dilaksanakan akan menyenangkan hati Bunda Maria dan Allah Bapa. Kunjungan presidium adalah salah satu tugas kunjungan yang dilakukan pada notulen Oktober. Kunjungan presidium sangatlah penting dan harus dilakukan sedikitnya satu kali atau jika memungkinkan 2 kali setahun untuk memberikan semangat dan memastikan bahwa presidium sudah sesuai dengan sistem. Kunjungan dilakukan oleh 2 orang, perwakilan dari kuria – lihat Buku Pegangan bab 28 butir 11. (Semua perwira dewan tentunya cukup mengenal bab 28 – Pimpinan Legio dan butir 11 harus dibaca oleh pengunjung sebelum mengunjungi presidium.)

Tugas Legio meminta setiap anggota pelaksanaan suatu tugas aktif mingguan yang bernilai seperti yang disampaikan dalam buku pegangan, “semangat kerasulan awam yang paling baik dikembangkan dengan merasul” lihat bagian I bab 12, lalu Instruksi Yang Tetap bab 18 butir 7, bab 37 dan bab 39 butir 6. Kegagalan melakukannya akan mengakibatkan penurunan semangat dan kehilangan anggota. Sekarang kita berada dalam permulaan tahun yang baru, mungkin suatu permenungan yang khusus perlu diberikan pada bab-bab tersebut dan lihat bagaimana suatu perkembangan baik dapat terjadi sehubungan dengan tugas-tugas.

Mengenai Perkembangan Regia Kalimantan saya akan senang sekali jika dapat mengetahui perkembangan situasinya.

Saya menghadiri Rapat Konsilium pada Minggu 17 Januari 2016. Banyak yang hadir, termasuk Pastor John Peyton dari Birmingham, Englan; beliau mantan anggota legio. Ada juga para tamu dari Zimbabwe, Vietnam, Skotlandia dan beberapa propinsi di Irlandia. Semua tamu diterima dengan baik oleh Sdri Sile Ni Chochlain, Ketua Konsilium.
Seperti biasa, ada laporan menarik dari belahan dunia, misalnya, laporan dari dewan di Afrika yg melakukan 700.000 kontak dan (dari 700.000 orang tersebut), 8500 orang mulai mengikuti katekumen. Beberapa laporan menyebutkan soal pelaksanaan Projek Exploratio Dominicalis. Laporan dari El Salvador menyebutkan tentang pelaksanaan doa rosario di tempat umum dan kontak pada pekerja seks komersial. Pastor John Peytin menyarankan untuk melakukan sembah bakti pada Hati Yesus yang Maha Kudus dalam tiap-tiap keluarga. Dalam pengalamannya hal ini membuat pasangan-pasangan yg belum menikah (namun sudah tinggal serumah) mau untuk dinikahkan.

Propinsi di Irlandia mengunjungi 7 keluarga Protestan dan menerima seorang ibu masuk dalam Gereja Katolik. Beberapa dari laporan mereka sebagai berikut : melakukan persiapan anak-anak untuk menerima Komuni Pertama, membawa patung Bunda Maria ke sekolah dalam bulan Mei, peminjaman buku-buku Katolik dan buklet Legio di pasar-pasar – ini memberikan kesempatan untuk bertemu dan berbicara mengenai iman Katolik dan mencari anggota baru.

Peringatan 300 tahun St Louis Marie de Montfort akan dilaksanakan 28 April 2016.

Alokusio P. Bede tentang medali wasiat. Beliau mengingatkan kita untuk menyebarluaskannya dan mendoakan Doa Memorare kepada Bunda Allah dan Bunda umat manusia. Dia di surga dan setiap rahmat yang kita mohonkan dapat ia berikan kepada kita. Kematian Yesus di salib, penebusan kita adalah sumber segala rahmat.
Saya harap setiap anggota legio mengenakan medali wasiat yang telah diberkati Imam. Dua hati dalam medali menunjukkan cinta Allah dan Bunda Maria kepada kita. Kerahiman adalah nama lain dari Cinta dan tahun ini adalah Tahun Kerahiman Allah. Banyak mukjizat terjadi sehubungan dengan medali wasiat.

Proyek bagi orang Muda
Di Irlandia beberapa kegiatan dilakukan bagi orang muda:
1. Konferensi orang muda 1 hari di Athlone
2. Konferensi orang muda di Universitas Queen di Belfast
3. 3-4 hari pertemuan orang muda di Sligo

Audit
Diharapkan setiap dewan dan presidium melakukan audit tahunan dan melaporkannya pada dewan yg lebih tinggi.

Saya pernah meminta statistik data senatus, saya akan senang sekali menerimanya segera.

Saya ingin tahu apakah Anda menerima buletin Konsilium tiap bulannya? Saya juga akan senang menerima Buletin Senatus.

Demikian surat dari saya. Berkat dari Allah dan perlindungan dari Bunda Maria Ratu Surga dan Bumi bagi Anda semua.

Catherine Donohue
Koresponden Konsilium

Surat Konsilium November 2015

Kepada: Sdr. Octavian

Sekretaris Senatus Jakarta Legio Maria

Dear Sdr. Octavian,

Salam dari Konsilium dan dari saya, kepada Ketua, Pemimpin Rohani dan seluruh perwira serta anggota Senatus Jakarta.

Saya mengucapkan terima kasih untuk salinan Notulensi Senatus sampai pada bulan Juli 2015 dan saya menunggu Notulensi selanjutnya. Terima kasih atas perhatiannya dalam menyelesaikan semua tugas dengan baik.

Pada pertemuan Konsilium di bulan Oktober, Romo Bede McGregor, Pendamping Rohani kami, memimpin ibadat. Dan di antara para Pastor yang hadir, hadir pula Pastor dari Mesir. Pada pertemuan ini juga hadir legioner dari Senatus Birmingham (Inggris), Lisbon (Portugal), dan 2 perwakilan dari Filipina.

Bacaan Rohani diambil dari Buku Pegangan Bab ke-7 tentang “Para Legioner dan Tritunggal Maha Kudus”. Dalam alukusionya, Bapa Bede mengutip kalimat “seperti halnya bernapas bagi tubuh manusia, demikianlah pentingnya doa Rosario bagi Legio Maria”. Pada Pentakosta, para rasul berdoa bersama dengan Bunda Maria yang merupakan “teladan dari penyerahan diri secara total”. Doa Rosario adalah Kristosentrik karena bersama Maria kita merenungkan Putranya yang Ilahi. Sementara, Roh Kudus merupakan jiwa bagi Legio Maria, yang memegang peran utama dalam evangelisasi (pewartaan injil). Kita harus mencoba dan mempromosikan doa Rosario mengingat bahwa ketika kita mendoakannya, Maria Ibunda Yesus juga turut berdoa bersama kita.

Selama bulan November, setiap presidium wajib melaksanakan Misa yang ditujukan bagi jiwa-jiwa para mendiang legioner di seluruh dunia.

Sr Janet Lowthe (yang juga seorang legioner) menjadi wakil dari Konsilium pada upacara di Ghana, Afrika Barat, yang merayakan 75 tahun Legio Maria di Negara tersebut. Beliau juga sekaligus mengikuti pertemuan dengan Hierarki yang terdiri dari para legioner pendahulu.

Ada saran bahwa kita harus mempromosikan budaya hidup “Memorare” doa kepada Maria, Bunda Allah.

Saya berharap perekrutan auksilier demikian juga anggota-anggota baru terus dilakukan. Doa dari para auksilier merupakan dukungan spiritual bagi para anggota aktif. Demikian pula kesatuan dengan para auksilier akan membantu menyemangati mereka.

Permintaan Konsilium untuk Data

Konsilium meminta agar dapat diberikan pernyataan yang menunjukkan kekuatan Senatus di teritori di mana ia bertanggung jawab, contohnya: jumlah Regia, Komisium, Kuria, serta Presidium.

Saya menunggu balasan anda segera.

Allah memberkati kita semua.

Catherine Donohoe

Koresponden Konsilium

 

 

 

Surat Konsilium Desember 2015

Kepada Saudara Octavian,
Sekretaris Senatus Jakarta.

Yang Terkasih Saudara Octavian Elang,

Atas nama Konsilium dan pribadi, saya ingin menyampaikan salam hangat kepada Ketua, Pemimpin Rohani, dan semua perwira dan anggota dari Senatus Jakarta.

Pada Rapat Konsilium Nov 2015, banyak sekali hadirin yang hadir, termasuk seorang pastor dari Zambia, pastor dari Hong Kong dan juga 10 orang koresponden dari Madrid, Spanyol. Juga hadir seorang muda dari Belfast Irlandia yang sekarang adalah seminaris Dominikan. Semuanya disambut hangat oleh Saudari Sile Ni Chochlain, Ketua Konsilium yang membawakan bacaan rohani dari BukuPegangan Bab 17 – Jiwa-Jiwa Legioner yang Sudah Meninggal.

Baru-baruini, dua orang Legioner mewakili Konsilium telah melakukan kunjunganke Kolombia, Amerika Latin.Legio Maria dikenalkan di sana pada tahun 1947. Sekarang Bogota mempunyai 30,000 orang anggota aktif, dan sebuah presidium universitas di sana mempunyai 16 anggota aktif.

Alokusio diberikan oleh Romo Bede McGregor,mengingatkan kita bahwa kita semua satu sama lain dimiliki oleh Yesus Kristus. Kita adalah anggota komunitas Para Kudus, berarti kita terhubung dengan para orang kudus di Sorga dan Jiwa-Jiwa di Api Penyucian. Olehk arena itu, kita harus berdoa untuk mereka agar bebas dari segala penderitaan.Misa Khusus Arwah di bulan November dipersembahkan oleh setiap presidium untuksemua legioner yang sudah meninggal; berarti ada berjuta-juta legioner yang berdoa untuk kita. Dan kita berharap Bapak Frank Duff di sorga juga dapat menjadi perantara doa kita.
Legio Maria di Kenya, Africa merayakan ulang tahun ke-75.

Konferensi Orang Muda diadakan di Dublin selama lebih dari 2 hari di bulan September dihadiri banyak orang dan berjalan dengan lancar. Konferensi Peregrinatio Pro Christo diadakan padatanggal 7 November dihadiri oleh 240 orang. Banyak laporan menarik dari berbagai projek yang disampaikan.Misa kudus juga diadakan di malam harinya.

Sebuah ruangan di dalam gereja paroki di Phibsboro, Dublin baru-baru ini diberkati oleh Bapa Uskup Diarmuid Martin dan dipersembahkan untuk mengenang Bro Duff. Pada masa mudanya Bro Duff adalah anggota paroki ini.

Mendekati akhir tahun ini dan seraya menantikan Natal dan tahun baru, kita paralegioner sebaiknya merefleksikan Janji Legio yang telah kita buat pada akhir 3 bulan masa percobaan dan telah kita sampaikan kepada Allah Roh Kudus. Mari kita berharap agar kita semua selalu setia dalam menepati janji kita.

Saya akan senang untuk menerima sisa notulensi yang belum dikirim dan data statistic senatus yang telah saya minta pada surat terakhir konsilium saya

SemogaTuhan memberkati kitas semua
Catherine Donohoe
Koresponden Konsilium

Surat Konsilium September 2015

Yth. Sdr Octavian Elang Diawan
Sekretaris Senatus Jakarta,
September 2015

Saudara Octavian yang terkasih,

Atas Nama Konsilium Legionis Dublin dan atas nama saya pribadi, saya mengirim salam hangat dan doa kepada Ketua Senatus dan Pemimpin Rohani, Romo Petrus Tunjung Kesuma, semua perwira dan anggota Senatus. Saya berterimakasih untuk Notulensi di bulan Feb, Mar, dan April 2015 yang telah saya terima dan saya menantikan notulen senates yang berikutnya.

Kehadiran perwira di bulan April sangat baik. Notulensi juga mengabarkan mengenai berbagaimacam tugas menarik yang telah dilaksanakan. Saya sangat senang membaca berita katekese di Jakarta dimana telah membuat beberapa orang bertobat dalam sakramen pengakuan dosa. Juga mengenai usaha-usaha Regia Medan untuk mempromosikan evangelisasi.

Usaha Senatus juga patut dihargai dalam memastikan kunjungan ke dewan-dewan dan presidium-presidium dapat terlaksana untuk menghidupkan kembali presidium-presidium yang tidak aktif lagi.

Saya menantikan laporan tentang Temu Kaum Muda (untukumur 17-35 tahun) yang akandilaksanakan tanggal 16-18 Oktober nanti.

Terimakasih untuk Saudari Audrey Isabella yang telah terpilih sebagai sekretaris 2 untuk menerima tanggungjawab mulia ini. Mohon agar dikirimkan nama lengkapnya untuk pengesahan pemilihannya.

Saya juga akan senang untuk mendengar kelanjutan dari Website Senatus Jakarta.

Padarapat Konsilium Legionis yang barusaja dilaksanakan tgl 20 September lalu, ada sejumlah pastor dan juga tamu-tamu dari negara lain. Sdr dan Sdri McGauran telah memberikan laporan atas kunjungan merekake Manila, Filipina dalam perayaan ulang tahun Legio ke 75 di sana.

Romo Bede dalam alokusionya mengatakan bahwa merekruit orang lain menjadi anggota legio adalah sebagian dari tugas setiap legioner, dimana itu akan menjadi sumber rahmat bagi kita semua. Dan karena kita saling mengasihi dan peduli terhadap sesama kita, maka kita harus mencoba dan menolong mereka untuk mendapatkan rahmat yang besar ini juga.

Pada Minggu lalu, kami melaksanakan Ziarah nasional tahunan legiomaria ke tempat suci di Knock. Ini adalah suatu kegiatan yang sangat baik dan dihadiri oleh sangat banyak orang termasuk Uskup Tuam dan Dubes Vatican dan banyak pula pastor yang hadir.

Saya akan senang jika dapat diupdate beberapa hal berikut ini:
1. Apakah proses pendirian Regia di Kalimantan telah berjalan?
2. Di mana posisi penterjemahan buku pegangan untuk saat ini dan buklet Some handbook Reflections?
Saya juga mengharapkan dapat menerima notulensi rapat setelah April 2015.

Sampai jumpa dan saya berharap semuanya mendapatkan rahmat dan berkat surgawi.

Catherine Donohoe
Koresponden Konsilium

 

Surat Konsilium Oktober 2015

Kepada: Sdr. Octavian
Sekretaris,
Senatus Jakarta Legio Maria

Dear Sdr. Octavian,

Salam dari Konsilium dan dari saya, kepada Ketua, Pemimpin Rohani dan seluruh perwira serta anggota Senatus Jakarta.

Saya mengucapkan terima kasih untuk salinan Notulensi Senatus sampai pada bulan Juli 2015 dan saya menunggu Notulensi selanjutnya. Terima kasih atas perhatiannya dalam menyelesaikan semua tugas dengan baik.

Pada pertemuan Konsilium di bulan Oktober, Romo Bede McGregor, Pendamping Rohani kami, memimpin ibadat. Dan di antara para Pastor yang hadir, hadir pula Pastor dari Mesir. Pada pertemuan ini juga hadir legioner dari Senatus Birmingham (Inggris), Lisbon (Portugal), dan 2 perwakilan dari Filipina.

Bacaan Rohani diambil dari Buku Pegangan Bab ke-7 tentang “Para Legioner dan Tritunggal Maha Kudus”. Dalam alukusionya, Bapa Bede mengutip kalimat “seperti halnya bernapas bagi tubuh manusia, demikianlah pentingnya doa Rosario bagi Legio Maria”. Pada Pentakosta, para rasul berdoa bersama dengan Bunda Maria yang merupakan “teladan dari penyerahan diri secara total”. Doa Rosario adalah Kristosentrik karena bersama Maria kita merenungkan Putranya yang Ilahi. Sementara, Roh Kudus merupakan jiwa bagi Legio Maria, yang memegang peran utama dalam evangelisasi (pewartaan injil). Kita harus mencoba dan mempromosikan doa Rosario mengingat bahwa ketika kita mendoakannya, Maria Ibunda Yesus juga turut berdoa bersama kita.

Selama bulan November, setiap presidium wajib melaksanakan Misa yang ditujukan bagi jiwa-jiwa para mendiang legioner di seluruh dunia.

Sr Janet Lowthe (yang juga seorang legioner) menjadi wakil dari Konsilium pada upacara di Ghana, Afrika Barat, yang merayakan 75 tahun Legio Maria di Negara tersebut. Beliau juga sekaligus mengikuti pertemuan dengan Hierarki yang terdiri dari para legioner pendahulu.

Ada saran bahwa kita harus mempromosikan budaya hidup “Memorare” doa kepada Maria, Bunda Allah.

Saya berharap perekrutan auksilier demikian juga anggota-anggota baru terus dilakukan. Doa dari para auksilier merupakan dukungan spiritual bagi para anggota aktif. Demikian pula kesatuan dengan para auksilier akan membantu menyemangati mereka.

Permintaan Konsilium untuk Data
Konsilium meminta agar dapat diberikan pernyataan yang menunjukkan kekuatan Senatus di teritori di mana ia bertanggung jawab, contohnya: jumlah Regia, Komisium, Kuria, serta Presidium.

Saya menunggu balasan anda segera.
Allah memberkati kita semua.

-Catherine Donohoe
( Concilium correspondent )