Kisah Inspirasi dari Oma Margaret

Dear Senatus,

Pagi ini saya mendapat kesempatan yang sangat berharga untuk bertemu Oma Margaret, legioner berusia 92 tahun dari Komisium Jakarta Utara. Oma Margaret bisa jadi Legioner tertua di Senatus kita, atau mungkin ada yang lebih tua?

Kami bertemu di Gua Maria Gereja Regina Caeli. Oma bercerita banyak tentang keluarga, pelayanan, dan pengalaman-pengalaman iman yang dialaminya, termasuk mujizat-mujizat yang terjadi berkali kali dalam hidupnya.

Oma lahir di jaman Jepang dan dia melihat keluarganya ditawan oleh tentara Jepang. Di awal-awal kehidupannya, Oma sudah menjadi Yatim Piatu. Tapi kebaikan Tuhan menyertainya, dia diijinkan bersekolah gratis di Sekolah Santa Maria Malang oleh para suster Belanda waktu itu.

Oma Margaret mulai menjadi legioner aktif sejak tinggal di Malang pada tahun 1960-an. Lebih dari setengah abad telah berlalu. Oma menikah, membesarkan anak-anak, lalu memiliki cucu dan cicit. Kini, sebagai anggota auxilier, Oma tetap setia mendukung Legio Maria melalui doa.

Kesetiaan Oma juga tampak dalam kebiasaannya mengikuti Misa setiap hari, menerima Tubuh Kristus, dan rajin beradorasi. Mendengarnya bercerita, saya merasa bahwa doa sungguh menjadi bagian dari hidup Oma, bukan sekadar kegiatan di sela waktu.

Di tengah cerita-cerita yang menyentuh, Oma juga membuat kami tertawa. Katanya, rambutnya dahulu sudah putih semua, tetapi sekarang hitam lagi – karena dicat! 😄 Oma juga dengan bangga bercanda bahwa dialah yang paling jago masak di antara para legioner PIK.

Saya pulang dengan hati yang bersukacita, terharu, semangat juga dan banyak mendapat pelajaran. Oma Margaret menunjukkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan dan Bunda Maria dapat terus bertumbuh dalam setiap tahap kehidupan. Cara melayani boleh berubah, tetapi hati yang setia tetap menyala spt Prajurit yang siap sedia bertempur.

Terima kasih, Oma Margaret, atas cerita, tawa, teladan, dan doa-doa Oma bagi kami. Di usia 92 tahun, Oma masih mengingatkan kami untuk terus setia.

Love you Oma Margaret. 🥰🥰

Bagaimana dengan kita?

Scroll Up