Legio Maria Tetap Berbuah di Tengah Pandemi

Sumber berita : Dewan Kuria Benteng Perdamaian – Dahor

Masa pandemi ini menjadi tantangan bagi hampir semua orang. Rutinitas pertemuan tatap muka legioner setiap minggunya berubah menjadi pertemuan online, berdoa Tessera via daring, dan ada banyak perubahan lainnya. Pastinya banyak legioner yang berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi ini. Namun perubahan itu tidak melunturkan semangat legioner dari Balikpapan untuk terus mengembangkan Legio Maria.

Kuria Benteng Perdamaian di Dahor – Balikpapan berhasil mendirikan satu presidium senior di Stasi Sebakung selama pandemi ini. Presidium yang namanya masih belum ditentukan ini, beranggotakan ibu-ibu yang merupakan istri dari para pekerja kelapa sawit di Sebakung. Pembentukan presidium ini diawali dengan inisiatif dari salah satu ibu yang penasaran dengan Legio Maria. Ia mencari tahu dan memutuskan untuk hadir dalam rapat online presidium yang ada di Stasi ITCI.

Ketua Kuria, Ibu Caroline, yang juga hadir dalam rapat presidium ITCI memperkenalkan lebih dalam tentang Legio Maria kepada ibu tersebut di akhir rapat. Ibu tersebut bertanya banyak dan dijawab oleh Ibu Caroline berdasarkan buku pegangan.

Setelahnya, ibu tersebut membagikan pengalaman yang ia dapatkan dari rapat Legio Maria kepada teman-temannya. Ternyata cerita pengalaman ini direspon baik dan berbuah, sehingga teman-teman Ibu juga tertarik bergabung dengan Legio Maria. Karena jumlah orang yang ingin bergabung dengan Legio Maria cukup banyak, maka dibentuk sebuah presidium di Sebakung. Walau pun belum memiliki nama, presidium ini tetap berjalan dengan mengadakan rapat rutin secara online.

Perjalanan Menuju Penajam

Sebakung adalah salah satu stasi yang berjarak sekitar 100 km dari Paroki Penajam. Perjuangan dari Balikpapan ke Penajam sendiri sudah membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam menggunakan mobil dan kapal untuk menyeberang selat. Apalagi dari Penajam menuju Sebakung yang harus melewati hutan sawit segala.

Sebagai kilas balik, para perwira Kuria Benteng Perdamaian memutuskan untuk berkunjung dari Balikpapan ke Paroki Penajam atas permintaan Pastor Agustinus Adeodatus Wiyono, OMI sekitar akhir tahun 2017 lalu. Pada saat itu, Legio Maria sama sekali belum hadir di sana.

Niat baik Pastor Wiyono ini ternyata disambut baik oleh para umat di Paroki Penajam dan stasi ITCI. Setelah sebuah sesi perkenalan Legio Maria yang diprakarsai oleh Pastor Wiyono sendiri seusai salah satu Misa hari Minggu di akhir tahun 2017 itu, sebuah presidium senior segera terbentuk di Paroki Penajam dan stasi ITCI. Hingga saat ini ada satu presidium senior dan satu presidium junior di Paroki Penajam, beserta tiga presidium di stasi ITCI.

Ditulis oleh Winona Maria dan Gabriella Ideline, diedit oleh Ovlicht Schiere

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *