Berita Konsilium Oktober 2020

Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan kehidupan manusia. Namun demikian, Legio Maria di mana pun berada, tetap berusaha untuk merasul. Berikut ini beberapa cerita dari para legioner di negara maju dan berkembang. Sumber : https://www.legionofmary.ie/


INDONESIA
Senatus Jakarta: Senatus telah mengusahakan keaktifan dan kehadiran para legioner secara online. Tercatat 100 orang menghadiri seminar online tentang “Laudato Si: Apa yang dapat dilakukan Legio Maria?” Misa Tahunan Senatus Jakarta juga disiarkan langsung pada 5 September dengan dihadiri oleh 500 orang pada awalnya dan kemudian dilihat oleh 2.000 orang.

Senatus Malang: Senatus telah kembali rapat tatap muka pada bulan Agustus 2020 tetapi beberapa presidium belum mulai rapat. Laporan yang diberikan menunjukkan adanya Kerasulan Legioner untuk para orang sakit. Patrisian dan rapat presidium untuk para auksilier juga diadakan. Presidium junior juga berhasil didirikan di sekolah.

Senatus Kupang: Dua anggota komisium dari Pulau Sumba Barat menghadiri rapat senatus di bulan Juli 2020 dan menyampaikan laporan dewan mereka.


SINGAPORE
Wakil Ketua Senatus yang baru telah terpilih dan aktivitas Legio Maria telah terdampak serius karena pandemi ini.


HONGKONG
Rapat Komisium terakhir dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Para legioner telah bekerja sebagai penerima tamu dan dan pemeriksa suhu tubuh di gereja-gereja.


TAIWAN
Koresponden konsilium menerima surat dari legioner yang ditunjuk oleh Senatus Taiwan bahwa beberapa presidium masih melakukan rapat tetapi tidak dapat melakukan karya kerasulan selama pandemi ini.


KOREA
Senatus Seoul: Rapat senatus berhasil diadakan di bulan Mei, Juni dan Juli, tetapi rapat pada bulan Agustus dibatalkan, dan situasi di Korea saat ini sedang tidak pasti. Dewan Legio Maria dan presidium-presidium di bawahnya mengikuti jalan yang sama. Surat dari Ketua Senatus ke Konsilium pada bulan Juli memberikan banyak penjelasan. Kehadiran dewan-dewan di semua tingkatan terbatas hanya oleh Ketua saja. Rapat mingguan diadakan dengan menggunakan platform media sosial. Beberapa laporan tahunan termasuk dengan notulensinya menunjukkan bahwa pekerjaan kerasulan yang baik telah dilakukan. Kontak orangorang tetap dilakukan untuk menjadi seorang katekumen.

Senatus Gwangju: Rapat diadakan pada bulan Juni, Agustus, dan September. Banyak rapat mingguan yang diadakan melalui media sosial. Laporan dari dewan ke Senatus memberikan rincian karya kerasulan yang luas. Bahkan ada satu Komisium melaporkan berhasil membentuk 3 presidium selama masa pandemi.


JEPANG
Senatus Osaka:
Laporan Presidium menunjukkan ada berbagai karya kerasulan yang dilakukan oleh para anggota. Presidium Regina Apostolorum (Gereja Imaichi) memiliki 8 anggota dengan Pemimpin Rohani Romo Nan. Mereka mengunjungi para manula di rumah-rumah mereka dan pusat perawatan manula. Mereka telah menunjukkan komitmen besar dalam pekerjaan ini. Ada pasangan suami istri yang pernah dikunjungi oleh para Legioner ini – setelah beberapa waktu dibaptis saat Paskah. 4 orang peserta sekolah minggu yang diselenggarakan oleh Presidium Our Lady of Lourdes (Gereja Toyonaka) juga dibaptis saat Paskah. Presidium Hati Immaculata (Gereja Hirakata) yang didirikan pada tahun 1964, sekarang memiliki 7 orang anggota. Mereka menjalankan kegiatan “Udon Corner” pada Minggu pagi yang memberikan kesempatan untuk melakukan banyak kontak pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *