Masker Untuk Kau dan Aku

Sumber berita : Dewan Kuria Ratu Damai, Lampung

“Sudah melakukan apa saja selama pandemi ini?” — Mungkin kebanyakan orang akan menjawab bahwa mereka telah menemukan hobi baru untuk mengatasi rasa bosan selama di rumah saja, atau mungkin sedang meningkatkan kemampuannya, atau malah menjadi lebih dekat dengan keluarga. Yang pada intinya, kebanyakan dari mereka akan menjawab kalau mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk diri sendiri dan keluarga. Namun apa yang dilakukan oleh sekelompok orang ini berbeda dengan kebanyakan dari mereka tadi. Sekelompok orang ini berinisiatif untuk bergerak di bidang sosial dengan cara membagikan lebih dari 1000 masker untuk masyarakat di Lampung sejak bulan Maret lalu.

Orang-orang dari Paroki di bawah Keuskupan Tanjung Karang, bekerjasama dengan kelompok Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan devosan koronka untuk pembuatan lebih dari 1000 masker kain untuk masyarakat di Lampung. Tentu saja semua legioner di paroki-paroki tersebut juga aktif berkontribusi bukan hanya dengan doa tetapi dengan langkah nyata, yaitu terdapat 19 presidium dari tujuh paroki dengan jumlah total legioner ada 340 orang.

Bahan-bahan untuk membuat masker sudah disediakan oleh Komisi Keadilan Perdamaian (KKP) dan Pastoran Migran Perantau (PMP) Keuskupan Tanjung Karang. Bahan-bahan ini dibagikan ke beberapa paroki untuk dijahit. Masker kain ini dibuat secara khusus oleh para ibu-ibu yang memiliki pengalaman dalam menjahit dan dilakukan secara sukarela. Legioner membantu menjahit, mencuci, dan mengemas, sehingga ketika dibagikan masker sudah siap untuk digunakan. Selain masker, mereka juga berinisiatif untuk memberikan makanan siap santap untuk berbuka puasa di bulan Mei-Juni, serta ada tambahan dari hasil panen sayur dan tanaman herbal yang bisa digunakan untuk menjaga kondisi tubuh dalam situasi pandemi.

Proses pembuatan masker kain ini membutuhkan waktu kurang dari satu bulan. Setelah selesai dijahit, ketua lingkungan bersama dewan paroki yang bertugas untuk membagikan masker-masker ini ke umat Katolik maupun non-Katolik.

Masker dipilih menjadi hal utama untuk dibagikan kepada masyarakat di Lampung karena sekarang sedang pandemi dan banyak orang yang justru tidak
menggunakan masker. Alasan utama tidak menggunakan masker karena harga masker yang terbilang mahal dan kebanyakan orang memilih menggunakan uangnya untuk membeli barang pokok saja. Melihat kebutuhan ini, para legioner dan umat paroki yang lain tergerak hatinya untuk melakukan gerakan tersebut.

Winona Maria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *