Sejak Ikut Legio Maria…

Sumber berita: Gabriella Lintang


Namanya Gabriella Lintang Rimananda, ia biasa dipanggil Lintang. Dia seorang siswi kelas XI dan tentunya juga seorang legioner. Aktif di Legio Maria sudah ia lakukan sejak tahun 2016 lho, tepatnya saat ia masih kelas VII. “Awalnya aku diajakin teman aja, niatnya mau menambah pengalaman dan relasi”, ungkap Lintang menjelaskan bagaimana awalnya ia mengikuti Legio Maria.

Ternyata setelah menjadi legioner, Lintang didorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia diajarkan komitmen melalui hadir rapat mingguan dan berdoa Catena setiap hari, tanggung jawab untuk sedapat mungkin menjalankan tugas, berbicara di depan teman-teman melalui laporan tugas atau tugas kunjungan, berdoa rosario, baca Kitab Suci, berlatih merefleksikan diri saat menyampaikan kesan tugas, dan sebagainya. Yang tidak kalah penting, ia juga bertemu teman-teman yang positif, yang saling mendukung dan memotivasi satu sama lain.

“Dulunya aku pemalas, mudah marah, sering nyontek. Sejak ikut Legio Maria, aku jadi lebih sabar, mau berusaha, lebih rajin, gak nyontek lagi, gak asal bertindak. Tiap kali mau nakal, seperti ada yang ingatin untuk tidak demikian, lalu teringat sifat dan sikap Bunda Maria.”

Lintang juga berbagi beberapa pengalaman pribadinya yang membuat dia merasa semakin dekat dengan Tuhan dan Bunda Maria. Siang itu pada tahun 2017, sepulang sekolah ia akan mampir ke sebuah toko yang lokasinya berada di seberang jalan. Karena sudah siang, lelah dan lapar, ia menyeberang begitu saja tanpa melihat kiri kanan. Saat itu sebuah mobil dengan kecepatan tinggi sedang melaju. Namun tiba-tiba ia merasa ‘seseorang’ menariknya mundur dan ia terhindar dari kecelakaan. Saat itu, ia menyadari tidak ada seorang pun berada di belakangnya. Jantung yang berdetak cepat membuat Lintang terdiam sejenak dan terlintas begitu saja wajah Bunda Maria di batinnya. “Terima kasih Tuhan atas penyertaan-Mu melalui Bunda Maria”, ucapnya dalam hati.

Selain kisah itu, ada juga kisah lain. Lintang yang saat itu duduk di kelas X dan sedang masa ujian, ketiduran dan belum belajar. Tiba-tiba ia bangun dari tidurnya dan merasa seperti ‘seseorang’ baru saja membangunkan dan mengingatkannya untuk belajar agar ujian besok dapat diselesaikan dengan baik. Saat ia duduk dan membuka tempat alat tulisnya, ia melihat ada sebuah rosario di dalamnya. Saat itu lagi-lagi wajah Bunda Maria muncul dalam batinnya.

Masih banyak sekali pengalaman atas penyertaan Tuhan dan Bunda Maria yang dialami, yang jika ingin diceritakan tentu tidak akan ada habisnya karena kasih-Nya pun tidak pernah berkesudahan. Singkat cerita, semakin dekat dengan Tuhan, akan membantu kita semakin menyadari penyertaan-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *