Talkshow #1 : Legioner Bergaul Akrab dengan Kitab Suci

Sumber : panitia rangkaian kegiatan 100 tahun Legio Maria

Dalam rangka menyambut 100 tahun Legio Maria, Dewan Senatus Bejana Rohani dan panitia telah mempersiapkan rangkaian acara. Salah satu acara itu adalah talkshow yang bertujuan untuk menumbuhkan iman legioner. Talkshow akan diadakan sebanyak 12 kali yaitu setiap bulan pada minggu ke empat hingga 7 September 2021 secara live streaming melalui channel youtube Legio Maria Senatus Bejana Rohani. Ada pun talkshow pertama telah terlaksana pada hari Sabtu (26/9).

Talkshow yang hanya berdurasi satu jam tersebut banyak mendapat kesan positif dari para legioner yang menontonnya. Menurut mereka, talkshow pertama ini berlangsung dengan ringkas, jelas, mudah dipahami, mengena, dan tentunya tidak membosankan. Tema yang diangkat juga disesuaikan dengan bulan September yang dalam liturgi Gereja Katolik diperingati sebagai bulan Kitab Suci.

Talkshow dipandu oleh moderator Maria Apolonia Narahawarin – Legioner Kuria Cermin Kekudusan, Kampus.

Dengan pembicara imam oleh RD Robertus Guntur Dewantoro – Pastor Rekan Paroki St. Agustinus, Halim Perdana Kusuma dan APR Senatus Bejana Rohani tahun 2015. Selain itu juga ada dua orang pembicara awam yaitu Lusiana Palayukan – Legioner Komisium Maria Immaculata, Jakarta Barat 2 dan Kornelia Agnes Juliati – Legioner Komisium Our Lady of the Holy Family, Jakarta Timur.

Dalam talkshow tersebut, kedua pembicara awam memberikan sharing pengalaman hidup, bagaimana mereka merasa diteguhkan dengan ayat Kitab Suci yang mereka baca dan renungkan, sehingga mampu melalui suka duka dan setiap permasalahan hidup yang terjadi.

“Kitab Suci sangat penting bagi kita karena bukan hanya tubuh kita yang membutuhkan makanan, tetapi juga jiwa kita. Manusia itu hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi juga dari Firman Tuhan.

Firman Tuhan adalah pelita dan makanan bagi jiwa kita”, ungkap Lusiana yang juga merupakan ketua sub seksi katekumenat di Paroki St. Kristoforus – Grogol.

“Mengapa legioner harus membaca Kitab Suci?” tanya moderator kepada Lusiana. Ia lalu menjawab bahwa dalam doa Beatifikasi Hamba Allah Frank Duff pun, jelas disebutkan Bapa Frank Duff mendirikan Legio Maria sebagai tanda cinta kasih Bunda Maria bagi dunia dan sebagai sarana untuk melibatkan semua legioner dalam tugas gereja mewartakan injil. Selain itu, maskot Legio Maria adalah Bunda Maria sendiri, ia merupakan Ibu Yesus dan Yesus adalah firman yang menjelma menjadi manusia.

Agnes yang merupakan pembicara awam muda dan sudah ikut legio sejak sekolah sasar juga memberikan tips sederhana bagaimana agar anak muda membaca Kitab Suci. Tentunya anak muda saat ini tidak lepas dari gadget.

Oleh karena itu, jangan lupa men-download aplikasi e-Katolik, lalu posisikan aplikasi itu persis di sebelah aplikasi media sosial atau game yang paling sering kita buka. Sehingga setiap kali kita membuka aplikasi favorit, kita akan diingatkan untuk membaca Kitab Suci.

Sumber : https://youtu.be/KFli_dke6Xg

Menurut Rama Guntur, hubungan antara Kitab Suci dengan legioner dibagi menjadi tiga hal. Pertama, legioner adalah bala tentara Maria yang bergerak sesuai satu komando, dalam hal ini dikomando oleh Senatus Bejana Rohani sesuai arah gereja dan tentunya dengan meneladani semangat Bunda Maria. Kitab Suci dan semangat legioner ini tidak dapat dipisahkan. Kedua, Kitab Suci ibarat surat cinta Tuhan kepada anak-anak-Nya. Kita tidak mungkin mencintai tanpa mengenal, tidak mungkin mengenal tanpa memahami, tidak mungkin memahami tanpa kita sungguh-sungguh belajar. Jadi jika kita tidak sungguh-sungguh mempelajari Kitab Suci, bagaimana bisa kita mencintai Tuhan? Ketiga, kita bisa teguh dan kuat dalam menghadapi permasalahan kehidupan karena didasari iman kepada Tuhan yang pasti tertuang dalam ayat-ayat Kitab Suci, sehingga baik bagi kita untuk menemukan ayat yang sunguh-sunguh dapat menjadi pegangan/ pedoman bagi kita dalam mengahadapi permasalahan hidup agar dapat menjalani hidup dengan penuh syukur.

Selain berbincang-bincang dengan tiga orang narasumber, dalam talkshow ini juga ada live chat yang menerima berbagai pertanyaan terkait Kitab Suci dari para legioner dan Rama Guntur pun menjawab berbagai pertanyaan tersebut. Apakah membaca buku pegangan Legio Maria sudah cukup dibandingkan membaca Kitab Suci? Sebaiknya berapa kali membaca Kitab Suci dalam sehari/ berapa lama? Dimana kita sebaiknya membaca Kitab Suci? Apakah jika tidak membaca Kitab Suci merupakan dosa? Membaca dan berdoa dengan Kitab Suci, apakah merupakan dua hal yang berbeda? Lebih baik membaca Kitab Suci Perjanjian Baru atau Perjanjian Lama? Apakah membaca Kitab Suci melalui aplikasi online atau buku Ruah/Ziarah Batin sudah cukup atau harus menggunakan Kitab Suci fisik? Jika sudah mengikuti misa online setiap hari, apakah masih perlu membaca Kitab Suci lagi? Pada saat rapat legio, alukosio lebih baik diambil dari buku pegangan atau Kitab Suci? Lebih baik membaca atau mendengarkan ayat Kitab Suci?

Hmm…pertanyaannya menarik bukan? So, kalau kamu ingin tahu semua jawaban pertanyaan di atas, jangan lupa nonton talkshow #1 di channel youtube Senatus Bejana Rohani yaaahh… See you on talkshow #2!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *