1 November, Hari Raya Semua Orang Kudus

Sumber : www.katolisitas.org , www.imankatolik.or.id

Setiap tanggal 1 November, Gereja Katolik merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Perayaan ini bertujuan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat– jemaat perdana disebut dengan istilah “Persekutuan Para Kudus” yang berarti persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus, kita juga memperingati sekumpulan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai akhir hidupnya di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran besar di Surga, termasuk di antaranya adalah mereka yang telah dikanonisasikan atau diakui oleh Gereja sebagai Santo/ Santa, martir, dan orang kudus lainnya yang tidak/ belum dikenal.

Gereja Katolik mulai menghormati para Santo/ Santa dan martir sejak abad kedua melalui bukti catatan kemartiran St. Polycarpus di abad kedua yang berisikan seperti berikut : “Para Prajurit lalu,…. menempatkan jenazahnya [Polycarpus] di tengah api.

Selanjutnya, kami mengambil tulang-tulangnya, yang lebih berharga daripada permata yang paling indah dan lebih murni dari emas, dan menyimpannya di dalam tempat yang layak, sehingga setelah dikumpulkan, jika ada kesempatan, dengan suka cita dan kegembiraan, Tuhan akan memberikan kesempatan kepada kita untuk merayakan hari peringatan kemartirannya, baik untuk mengenang mereka yang telah menyelesaikan tugas mereka, maupun untuk pelatihan dan persiapan bagi mereka yang mengikuti jejak mereka.” (St. Polycarpus, Ch. XVIII, The body of Polycarp is burned, 156 AD).

Melalui peringatan Hari Raya Orang Kudus, kita diajak untuk mengenang serta meneladani cara hidup para kudus yang berbahagia di surga, mereka dengan setia mengorbankan hidupnya untuk beriman secara utuh kepada Kristus. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan. Mengenang para orang kudus dapat kita mulai dengan langkah sederhana yaitu mengenali dan menghidupi kisah hidup dari Santo/ Santa pelindung kita. Mari kita tetap setia dan beriman di dalam Kristus.

Kevin Fernando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *