Apa Makna Natal Bagimu?

Natal sebentar lagi akan tiba. Kita juga sudah akan memasuki Minggu Adven yang ketiga. Lalu, bagaimana dengan persiapan Natal kita kali ini ?

Biasanya Natal akan identik dengan libur panjang, pohon natal, kado, dan sinterklas. Kalau ke Mall atau pusat perbelanjaan, maka sudah ada Pohon Natal yang menjulang tinggi, ornamen yang cantik serta lagu-lagu natal yang menemani kita berbelanja. Menyenangkan sekali yah..

Namun, apakah sudah kita renungkan, apa makna natal yang sebenarnya?

Natal sebaiknya menjadi moment di mana kita selalu menghadirkan Yesus di mana pun kita berada yang artinya kita harus menghadirkan kasih, damai, dan pengampunan untuk sesama. Mengapa demikian?

Dalam Yohanes 3:16 yang isinya ” Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yesus adalah lambang kasih Allah yang begitu besar bagi manusia, maka dari itu hendaknya kita memaknai Yesus yang lahir dengan menjadikan kita pribadi-pribadi yang selalu menebarkan kasih bagi keluarga, teman-teman, komunitas ataupun lingkungan masyarakat.

Bagaimana dengan damai yang harus kita bagikan ? Di dalam Yesaya 9:6 tertulis demikian : “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat, Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Yesus adalah Sang Raja Damai sehingga mari kita menjadi pembawa damai ke manapun kita pergi dan kepada siapapun yang kita jumpai tanpa melihat agama, suku, dan rasnya.

Tahun Kerahiman Illahi yang sudah dibuka 8 Desember yang lalu dengan motonya “Merciful like the Father” hendaknya juga menjadi inspirasi pengamalan nyata bagi kita untuk belajar mengampuni sesama karena Allah telah lebih dahulu mengampuni kita, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”(Lukas 6:36)

Teman-teman, marilah kita memaknai natal ini tidak hanya dengan persiapan lahiriah namun juga dengan persiapan batin sehingga Perayaan Natal dapat memampukan kita menghadirkan Yesus yang lahir dalam hati kita sehingga kita dapat membagikan kasih, damai, dan pengampunan bagi sesama.

Tuhan memberkati, Bunda Maria mendoakan.

Surat Konsilium November 2015

Kepada: Sdr. Octavian

Sekretaris Senatus Jakarta Legio Maria

Dear Sdr. Octavian,

Salam dari Konsilium dan dari saya, kepada Ketua, Pemimpin Rohani dan seluruh perwira serta anggota Senatus Jakarta.

Saya mengucapkan terima kasih untuk salinan Notulensi Senatus sampai pada bulan Juli 2015 dan saya menunggu Notulensi selanjutnya. Terima kasih atas perhatiannya dalam menyelesaikan semua tugas dengan baik.

Pada pertemuan Konsilium di bulan Oktober, Romo Bede McGregor, Pendamping Rohani kami, memimpin ibadat. Dan di antara para Pastor yang hadir, hadir pula Pastor dari Mesir. Pada pertemuan ini juga hadir legioner dari Senatus Birmingham (Inggris), Lisbon (Portugal), dan 2 perwakilan dari Filipina.

Bacaan Rohani diambil dari Buku Pegangan Bab ke-7 tentang “Para Legioner dan Tritunggal Maha Kudus”. Dalam alukusionya, Bapa Bede mengutip kalimat “seperti halnya bernapas bagi tubuh manusia, demikianlah pentingnya doa Rosario bagi Legio Maria”. Pada Pentakosta, para rasul berdoa bersama dengan Bunda Maria yang merupakan “teladan dari penyerahan diri secara total”. Doa Rosario adalah Kristosentrik karena bersama Maria kita merenungkan Putranya yang Ilahi. Sementara, Roh Kudus merupakan jiwa bagi Legio Maria, yang memegang peran utama dalam evangelisasi (pewartaan injil). Kita harus mencoba dan mempromosikan doa Rosario mengingat bahwa ketika kita mendoakannya, Maria Ibunda Yesus juga turut berdoa bersama kita.

Selama bulan November, setiap presidium wajib melaksanakan Misa yang ditujukan bagi jiwa-jiwa para mendiang legioner di seluruh dunia.

Sr Janet Lowthe (yang juga seorang legioner) menjadi wakil dari Konsilium pada upacara di Ghana, Afrika Barat, yang merayakan 75 tahun Legio Maria di Negara tersebut. Beliau juga sekaligus mengikuti pertemuan dengan Hierarki yang terdiri dari para legioner pendahulu.

Ada saran bahwa kita harus mempromosikan budaya hidup “Memorare” doa kepada Maria, Bunda Allah.

Saya berharap perekrutan auksilier demikian juga anggota-anggota baru terus dilakukan. Doa dari para auksilier merupakan dukungan spiritual bagi para anggota aktif. Demikian pula kesatuan dengan para auksilier akan membantu menyemangati mereka.

Permintaan Konsilium untuk Data

Konsilium meminta agar dapat diberikan pernyataan yang menunjukkan kekuatan Senatus di teritori di mana ia bertanggung jawab, contohnya: jumlah Regia, Komisium, Kuria, serta Presidium.

Saya menunggu balasan anda segera.

Allah memberkati kita semua.

Catherine Donohoe

Koresponden Konsilium

 

 

 

Iman yang Tepat adalah Mencintai Kekatolikan Secara Tepat

Bacaan Rohani : Buku Pegangan Hal 334 Bab 39 Point 33 ” Legioner harus berada di garis depan dalam medan pertempuran Gereja “

Kita para legioner berada dalam suasana sosial yang kompleks, termasuk keberadaan pengajaran kekristenan yang beragam.Akibatnya pemaknaan terhadap pribadi Yesus juga sangat beragam – dan banyak di antaranya yang tak sejalan dengan pengajaran iman Katolik. Kedangkalan pengertian terhadap iman Katolik akan membuat kita mudah diresapi dengan ajaran-ajaran ke-kristenan yang tidak benar.Menyikapi hal ini para legioner perlu mengembangkan sikap mau belajar segala hal tentang Kekatolikan secara lebih mendalam. Kemauan belajar dan menghayati iman Katolik  adalah bagian mendasar  pertempuran  legioner di barisan terdepan Gereja.

Gereja Katolik menerbitkan Katekismus sebagai salah satu sumber pengajaran resmi. Marilah kita menimba banyak hal benar daripadanya , sehingga kita juga  terhindar dari praktek-praktek yang salah (contoh: menganggap air suci atau rosario sebagai benda keramat, mengukur iman seseorang dari kemampuan supranaturalnya atau pengalaman  mujizat yang bombastis). Orang-orang suci bukanlah mereka yang melakukan hal-hal besar dan berbagai mukjizat namun mereka yang menghayati Iman Katoliknya secara benar dan tulus serta melakukan ajaran Kristus. Dalam memaknai  segala hal yang terjadi, Gereja juga mengajak kita bukan hanya menggunakan kedalaman hati dan rasa namun juga menggunakan  akal budi yang sehat.

Marilah kita mempelajari dan menghayati ajaran Gereja Katolik sebagai kebiasaan harian Legio Maria.

Oleh : RD Petrus Tunjung Kusuma

Surat Konsilium Desember 2015

Kepada Saudara Octavian,
Sekretaris Senatus Jakarta.

Yang Terkasih Saudara Octavian Elang,

Atas nama Konsilium dan pribadi, saya ingin menyampaikan salam hangat kepada Ketua, Pemimpin Rohani, dan semua perwira dan anggota dari Senatus Jakarta.

Pada Rapat Konsilium Nov 2015, banyak sekali hadirin yang hadir, termasuk seorang pastor dari Zambia, pastor dari Hong Kong dan juga 10 orang koresponden dari Madrid, Spanyol. Juga hadir seorang muda dari Belfast Irlandia yang sekarang adalah seminaris Dominikan. Semuanya disambut hangat oleh Saudari Sile Ni Chochlain, Ketua Konsilium yang membawakan bacaan rohani dari BukuPegangan Bab 17 – Jiwa-Jiwa Legioner yang Sudah Meninggal.

Baru-baruini, dua orang Legioner mewakili Konsilium telah melakukan kunjunganke Kolombia, Amerika Latin.Legio Maria dikenalkan di sana pada tahun 1947. Sekarang Bogota mempunyai 30,000 orang anggota aktif, dan sebuah presidium universitas di sana mempunyai 16 anggota aktif.

Alokusio diberikan oleh Romo Bede McGregor,mengingatkan kita bahwa kita semua satu sama lain dimiliki oleh Yesus Kristus. Kita adalah anggota komunitas Para Kudus, berarti kita terhubung dengan para orang kudus di Sorga dan Jiwa-Jiwa di Api Penyucian. Olehk arena itu, kita harus berdoa untuk mereka agar bebas dari segala penderitaan.Misa Khusus Arwah di bulan November dipersembahkan oleh setiap presidium untuksemua legioner yang sudah meninggal; berarti ada berjuta-juta legioner yang berdoa untuk kita. Dan kita berharap Bapak Frank Duff di sorga juga dapat menjadi perantara doa kita.
Legio Maria di Kenya, Africa merayakan ulang tahun ke-75.

Konferensi Orang Muda diadakan di Dublin selama lebih dari 2 hari di bulan September dihadiri banyak orang dan berjalan dengan lancar. Konferensi Peregrinatio Pro Christo diadakan padatanggal 7 November dihadiri oleh 240 orang. Banyak laporan menarik dari berbagai projek yang disampaikan.Misa kudus juga diadakan di malam harinya.

Sebuah ruangan di dalam gereja paroki di Phibsboro, Dublin baru-baru ini diberkati oleh Bapa Uskup Diarmuid Martin dan dipersembahkan untuk mengenang Bro Duff. Pada masa mudanya Bro Duff adalah anggota paroki ini.

Mendekati akhir tahun ini dan seraya menantikan Natal dan tahun baru, kita paralegioner sebaiknya merefleksikan Janji Legio yang telah kita buat pada akhir 3 bulan masa percobaan dan telah kita sampaikan kepada Allah Roh Kudus. Mari kita berharap agar kita semua selalu setia dalam menepati janji kita.

Saya akan senang untuk menerima sisa notulensi yang belum dikirim dan data statistic senatus yang telah saya minta pada surat terakhir konsilium saya

SemogaTuhan memberkati kitas semua
Catherine Donohoe
Koresponden Konsilium

Korona Adven / Lingkaran Adven

Lingkaran adven atau Korona Adven mempunyai empat lilin. Praktik membuat lingkaran adven ini berasal dari Jerman yang kemudian berkembang dan dilakukan di dalam gereja di banyak daerah. Berbagai makna kemudian dilekatkan pada simbol-simbol yang digunakan dalam lingkaran adven itu.

Empat lilin itu melambangkan keempat minggu dalam Masa Adven, yaitu masa persiapan kita menyambut Natal. Tiga lilin berwarna ungu, yang menyimbolkan pertobatan dan penantian. Sedangkan lilin minggu ketiga Adven berwarna merah muda, yang menyimbolkan sukacita. Minggu ketiga Adven yang disebut Minggu “Gaudete” atau Minggu “bersukacitalah”, mengajak umat untuk bersukacita karena kedatangan Sang Penyelamat semakin dekat.

Lilin dalam lingkaran adven ini dinyalakan mulai Minggu Adven pertama. Setiap minggu dinyalakan tambahan satu lilin, sehingga banyaknya lilin yang bernyala menjadi tanda progresif bahwa kelahiran Sang Terang Dunia semakin mendekat. Hal ini mengingatkan kita untuk menyediakan palungan di dalam hati kita agar Kristus bisa dilahirkan kembali dalam diri kita. Maka, lingkaran adven menjadi bagian persiapan rohani menyambut kedatangan Sang Mesias.

Di beberapa daerah, ditambahkan lilin kelima berwarna putih yang lebih besar dan diletakkan di tengah lingkaran. Lilin putih ini melambangkan Kristus yang adalah “Terang yang telah datang ke dalam dunia” (Yoh 3:19-21). Lilin putih ini dinyalakan pada Misa malam Natal sebagai lambang bahwa masa penantian telah berakhir karena Juruselamat telah lahir.

Simbolisasi lainnya kiranya juga perlu dimengerti. Digunakan lingkaran dan bukan bentuk lain, karena lingkaran dimaknai sebagai simbol dari Allah yang abadi yang tidak mempunyai awal dan akhir. Lingkaran ini dibungkus dengan daun-daunan hijau (pakis, pinus, salam), karena hijau melambangkan hidup. Kristus adalah Sang Hidup itu sendiri. Dia telah wafat, tetapi hidup kembali dan tetap hidup.

Kedua, pada abad XVI, lingkaran adven juga dipasang dalam rumah-rumah keluarga Kristiani. Maknanya, alangkah baiknya jika setiap keluarga memasang lingkaran adven. Lingkaran ini bisa digantung atau diletakkan di atas meja. Biasanya diletakkan di tempat yang mudah dilihat oleh seluruh anggota keluarga. Lingkaran adven ikut menyemarakkan suasana dan membangkitkan semangat persiapan menyambut kelahiran Yesus dan kedatangan Kristus yang kedua pada akhir zaman.

Sumber :Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM
http://www.hidupkatolik.com/2013/03/04/lilin-adven

Surat Konsilium September 2015

Yth. Sdr Octavian Elang Diawan
Sekretaris Senatus Jakarta,
September 2015

Saudara Octavian yang terkasih,

Atas Nama Konsilium Legionis Dublin dan atas nama saya pribadi, saya mengirim salam hangat dan doa kepada Ketua Senatus dan Pemimpin Rohani, Romo Petrus Tunjung Kesuma, semua perwira dan anggota Senatus. Saya berterimakasih untuk Notulensi di bulan Feb, Mar, dan April 2015 yang telah saya terima dan saya menantikan notulen senates yang berikutnya.

Kehadiran perwira di bulan April sangat baik. Notulensi juga mengabarkan mengenai berbagaimacam tugas menarik yang telah dilaksanakan. Saya sangat senang membaca berita katekese di Jakarta dimana telah membuat beberapa orang bertobat dalam sakramen pengakuan dosa. Juga mengenai usaha-usaha Regia Medan untuk mempromosikan evangelisasi.

Usaha Senatus juga patut dihargai dalam memastikan kunjungan ke dewan-dewan dan presidium-presidium dapat terlaksana untuk menghidupkan kembali presidium-presidium yang tidak aktif lagi.

Saya menantikan laporan tentang Temu Kaum Muda (untukumur 17-35 tahun) yang akandilaksanakan tanggal 16-18 Oktober nanti.

Terimakasih untuk Saudari Audrey Isabella yang telah terpilih sebagai sekretaris 2 untuk menerima tanggungjawab mulia ini. Mohon agar dikirimkan nama lengkapnya untuk pengesahan pemilihannya.

Saya juga akan senang untuk mendengar kelanjutan dari Website Senatus Jakarta.

Padarapat Konsilium Legionis yang barusaja dilaksanakan tgl 20 September lalu, ada sejumlah pastor dan juga tamu-tamu dari negara lain. Sdr dan Sdri McGauran telah memberikan laporan atas kunjungan merekake Manila, Filipina dalam perayaan ulang tahun Legio ke 75 di sana.

Romo Bede dalam alokusionya mengatakan bahwa merekruit orang lain menjadi anggota legio adalah sebagian dari tugas setiap legioner, dimana itu akan menjadi sumber rahmat bagi kita semua. Dan karena kita saling mengasihi dan peduli terhadap sesama kita, maka kita harus mencoba dan menolong mereka untuk mendapatkan rahmat yang besar ini juga.

Pada Minggu lalu, kami melaksanakan Ziarah nasional tahunan legiomaria ke tempat suci di Knock. Ini adalah suatu kegiatan yang sangat baik dan dihadiri oleh sangat banyak orang termasuk Uskup Tuam dan Dubes Vatican dan banyak pula pastor yang hadir.

Saya akan senang jika dapat diupdate beberapa hal berikut ini:
1. Apakah proses pendirian Regia di Kalimantan telah berjalan?
2. Di mana posisi penterjemahan buku pegangan untuk saat ini dan buklet Some handbook Reflections?
Saya juga mengharapkan dapat menerima notulensi rapat setelah April 2015.

Sampai jumpa dan saya berharap semuanya mendapatkan rahmat dan berkat surgawi.

Catherine Donohoe
Koresponden Konsilium

 

Surat Konsilium Oktober 2015

Kepada: Sdr. Octavian
Sekretaris,
Senatus Jakarta Legio Maria

Dear Sdr. Octavian,

Salam dari Konsilium dan dari saya, kepada Ketua, Pemimpin Rohani dan seluruh perwira serta anggota Senatus Jakarta.

Saya mengucapkan terima kasih untuk salinan Notulensi Senatus sampai pada bulan Juli 2015 dan saya menunggu Notulensi selanjutnya. Terima kasih atas perhatiannya dalam menyelesaikan semua tugas dengan baik.

Pada pertemuan Konsilium di bulan Oktober, Romo Bede McGregor, Pendamping Rohani kami, memimpin ibadat. Dan di antara para Pastor yang hadir, hadir pula Pastor dari Mesir. Pada pertemuan ini juga hadir legioner dari Senatus Birmingham (Inggris), Lisbon (Portugal), dan 2 perwakilan dari Filipina.

Bacaan Rohani diambil dari Buku Pegangan Bab ke-7 tentang “Para Legioner dan Tritunggal Maha Kudus”. Dalam alukusionya, Bapa Bede mengutip kalimat “seperti halnya bernapas bagi tubuh manusia, demikianlah pentingnya doa Rosario bagi Legio Maria”. Pada Pentakosta, para rasul berdoa bersama dengan Bunda Maria yang merupakan “teladan dari penyerahan diri secara total”. Doa Rosario adalah Kristosentrik karena bersama Maria kita merenungkan Putranya yang Ilahi. Sementara, Roh Kudus merupakan jiwa bagi Legio Maria, yang memegang peran utama dalam evangelisasi (pewartaan injil). Kita harus mencoba dan mempromosikan doa Rosario mengingat bahwa ketika kita mendoakannya, Maria Ibunda Yesus juga turut berdoa bersama kita.

Selama bulan November, setiap presidium wajib melaksanakan Misa yang ditujukan bagi jiwa-jiwa para mendiang legioner di seluruh dunia.

Sr Janet Lowthe (yang juga seorang legioner) menjadi wakil dari Konsilium pada upacara di Ghana, Afrika Barat, yang merayakan 75 tahun Legio Maria di Negara tersebut. Beliau juga sekaligus mengikuti pertemuan dengan Hierarki yang terdiri dari para legioner pendahulu.

Ada saran bahwa kita harus mempromosikan budaya hidup “Memorare” doa kepada Maria, Bunda Allah.

Saya berharap perekrutan auksilier demikian juga anggota-anggota baru terus dilakukan. Doa dari para auksilier merupakan dukungan spiritual bagi para anggota aktif. Demikian pula kesatuan dengan para auksilier akan membantu menyemangati mereka.

Permintaan Konsilium untuk Data
Konsilium meminta agar dapat diberikan pernyataan yang menunjukkan kekuatan Senatus di teritori di mana ia bertanggung jawab, contohnya: jumlah Regia, Komisium, Kuria, serta Presidium.

Saya menunggu balasan anda segera.
Allah memberkati kita semua.

-Catherine Donohoe
( Concilium correspondent )

Kehormatan Seorang Legioner

Bacaan Rohani : Buku Pegangan Legio Maria Hal 114, Bab 17 “Jiwa-jiwa legioner yang sudah meninggal”

Kehormatan kita terletak pada tuntasnya menjalankan hidup sebagai seorang legioner. Untuk itu perlu dimengerti bahwa ber-legio bukanlah sekedar berkegiatan mengisi hidup, melainkan sebuah cara hidup.

Legio Maria sesungguhnya adalah wadah pendidikan, penyiapan, dan pembentukan bagi kita untuk dilayakkan menikmati kehidupan abadi kelak. Kadang kita tak mengerti mengapa Legio Maria penuh dengan hal-hal yang kurang mengenakkan. Hal serupa terjadi pada para murid Yesus (Mateus, Bartolomeus, dkk) pada awal mengikuti Yesus. Yesus mendidik, menyiapkan, dan membentuk mereka untuk kehidupan kekal. Kadang Yesus juga ‘tak mengenakkan’ bagi para murid. Pernah Yesus menghardik Petrus dengan kata-kata;”Enyahlah wahai kau iblis!”

Namun para murid itu kini menjadi orang-orang kudus, kita tak lagi menyebut mereka sebagai Mateus atau Petrus, tetapi Santo Mateus dan Santo Petrus, demikian pula dengan para kudus yang lain. Mereka menjadi santo sebagai buah nyata proses pembentukan yang dilakukan Yesus. Legio Maria pun mendidik kita seperti halnya Maria mendidik Yesus agar kita bertumbuh. Menghayati Legio Maria sekedar wadah ber-kegiatan yang penuh aturan adalah sikap keliru. Ber-legio harus menghasilkan pertumbuhan sehingga kita makin mirip Kristus dan layak menyatu dengan Kristus.

Oleh : RD Petrus Tunjung Kusuma

Asal usul Bulan Oktober ditetapkan sebagai Bulan Rosario

Penentuan bulan Oktober sebagai bulan Rosario berkaitan dengan peristiwa pertempuran di Lepanto pada tahun 1571, di mana negara- negara Eropa diserang oleh kerajaan Ottoman yang menyerang agama Kristen. Terdapat ancaman genting saat itu, bahwa agama Kristen akan terancam punah di Eropa. Jumlah pasukan Turki telah melampaui pasukan Kristen di Spanyol, Genoa dan Venesia. Menghadapi ancaman ini, Don Juan (John) dari Austria, komandan armada Katolik, berdoa rosario memohon pertolongan Bunda Maria.

Demikian juga, umat Katolik di seluruh Eropa berdoa rosario untuk memohon bantuan Bunda Maria di dalam keadaan yang mendesak ini. Pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama- sama dengan banyak umat beriman berdoa rosario di basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, doa rosario tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto.

Walaupun nampaknya mustahil, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada tanggal 7 Oktober. Kemudian, Paus Pius V menetapkan peringatan Rosario dalam Misa di Vatikan setiap tanggal 7 Oktober. Kemudian penerusnya, Paus Gregorius XIII, menetapkan tanggal 7 Oktober itu sebagai Hari Raya Rosario Suci.

Sumber : katolisitas.org

http://www.katolisitas.org/faqs/mei-dan-oktober-sebagai-bulan-maria

Kunjungan ke Sekolah dan Pusat Rehabilitasi Anak Yayasan Bhakti Luhur

Kunjungan ini dilakukan oleh Presidium Regina Coelorum, Paroki Santo Thomas Rasul, Bojong Indah, Jakarta Barat (Komisium Maria Immaculate-Barat 2). Berawal dari cerita salah satu anggota mengenai kondisi sekolah dan anak-anak yang memiliki cacat ganda yaitu fisik dan mental, maka kami pun tergerak untuk datang berkunjung.Terletak di JL RE Martadinata 50B, Ciputat,Tangerang, sekolah yang juga memiliki Panti Asuhan ini cukup luas dan suasananya sangatlah asri.

Di lobi sekolah terpajang hasil mewarnai anak-anak akan Bunda Maria, Rosario, dan St Vincentius A Paulo serta prakarya mereka dalam memperingati Bulan Kitab Suci Nasional yang lalu dan juga jejeran piala atas hasil prestasi para murid. Terasa sekali bahwa mereka didik dengan baik secara spiritual maupun akademis.

Ketika tiba kami langsung menemui Sr Caecilia yang merupakan pimpinan di tempat ini. Kami dibagi berpasang-pasangan datang ke kelas-kelas dan mengikuti proses belajar di sana. Di kelas yang saya ikuti, ada 6 orang anak. 2 di antara mereka belajar mewarnai, ada yang membaca komik, dan ada yang menyusun peralatan sekolahnya. Mereka dibagi menurut hasil tes IQ dalam kelas tersebut ada 2 anak yang hanya mampu mengenal angka 1, namun gurunya bilang “Jika itu kemampuan mereka, ya sudah tidak perlu dipaksa”. Belajar menerima kekurangan orang lain dan tidak memaksakan kehendak kita, itulah pesan moral yang saya petik ketika mengikuti kelas ini.

Sesudah itu anak-anak dan kami yang berkunjung dikumpulkan di Aula, ternyata ada juga Umat Lingkungan Santa Katarina dari Paroki St Andreas yang datang berkunjung. Di Aula, anak-anak mempersembahkan lagu buat kami yang berkunjung. Di situ saya melihat bahwa Tuhan Maha Adil, anak-anak yang secara fisik dan mental memiliki keterbatasan, ada yang tdak bisa melihat namun bisa bermain keyboard dan drum dengan sangat baik serta ada juga yang bisa menyanyikan lagu Mandarin dengan lafal yang baik. Selain itu, mereka memiliki kemampuan lain yang luar biasa, yaitu kemampuan untuk bersyukur. Ketika ditanya, Siapa yang luar biasa baik?Mereka pun serempak menjawab: Tuhan Yesus!

Kami yang awalnya datang berkunjung dengan maksud menghibur mereka malah kami yang terhibur dan kami yang diteguhkan. Kami merasa sungguh bersyukur bisa diberi kesempatan berkunjung, bisa belajar dari mereka yang dengan segala keterbatasannya namun dapat merasakan berkat Tuhan yang begitu melimpah atas diri mereka. Semoga kami yang datang berkunjung tidak hanya berhenti sampai pada kunjungan ini namun juga bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk dapat membagikan kunjungan ini kepada yang lain sehingga semakin banyak orang yang datang berkunjung dan berbagi kasih dengan mereka.

Scroll Up