Berita Konsilium November 2020

This image has an empty alt attribute; its file name is Untitled-design-edited.jpg

Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan kehidupan manusia. Namun demikian, Legio Maria di mana pun berada, tetap berusaha untuk merasul. Berikut ini beberapa cerita dari para legioner di negara maju dan berkembang. Sumber : https://www.legionofmary.ie/


FILIPINA

Senatus Manila: Rapat dilakukan via aplikasi Zoom dengan kehadiran mencapai 100 orang dan anggota-anggota dari Guam juga bergabung. Senatus mendorong para legioner agar selalu mentaati protokol kesehatan untuk mendukung paroki mereka. Roh dan semangat para legioner terlihat hidup dan terjaga. Dalam rangka persiapan ulang tahun Legio Maria ke-100, Senatus menyelenggarakan talkshow kedua melalui web dengan judul “Frank Duff Hamba Allah” yang dibawakan oleh Misionaris Montfort tentang betapa penting dan relevan, serta hubungan Legio Maria dengan Bakti Sejati kepada Maria menurut St. Louis Marie de Montfort.


AUSTRALIA dan NEW ZEALAND

Senatus Auckland: Rapat diselenggarakan via Zoom ketika rapat tatap muka tidak dapat dilaksanakan. Saat ini rapat Senatus sudah kembali diselenggarakan dengan mengurangi jumlah kehadiran. Para legioner menelpon orang-orang tua untuk menginformasikan perkembangan paroki selama masa lockdown. Pada bulan Juli, 32 orang berusia 6 sampai 17 tahun menghadiri Hari Bermain dan Berdoa bagi para junior dan anak-anak sekolah. Sebuah presidium melaksanakan pentahtaan Patung Hati Kudus di 30 rumah.

Senatus Sydney: Rapat diselenggarakan dengan pengurangan jumlah kehadiran. Karya sebelum lockdown berupa pengajaran katekese ke 12 sekolah negeri, kedai buku, pembaptisan, persiapan perkawinan, kontak di jalan, pentahtaan Patung Hati Kudus, serta kunjungan ke penjara. 10 patung rosario digunakan dalam kunjungan rumah dan Komuni Kudus dibawa ke rumah-rumah perawatan.

Komisium Bunda Allah di Dili – Timor Leste yang memiliki 5 Kuria dan 35 presidium dengan total 483 anggota, serta 6 presidium junior dengan 110 anggota menyelenggarakan Misa bagi Hamba Allah Alfonsus Lambe. Senatus sedang merencanakan perayaan 100 tahun Legio Maria, retret sehari penuh berhasil diselenggarakan, dan para legioner membantu pengarsipan ketika mereka tidak dapat melakukan karya Legio Maria biasanya.

Komisium Noumea: di Kaledonia Baru di kepulauan Pasifik. Rapat Legio hanya berhenti untuk 1 bulan. Dua perwira Komisium mengunjungi pulau Wallis yang berjarak 2,101 kilometer, mereka mengunjungi 5 presidium dalam sebuah kuria, serta Bapak Uskup Wallis dan Futuna.


AMERIKA SELATAN


PARAGUAY

Senatus Asuncion: Senatus mengadakan rapat kembali di bulan September setelah vakum sejak Februari. Selama lockdown Senatus tetap melakukan kontak secara berkesinambungan ke dewan dan presidium yang tergabung dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menginformasikan kehidupan Frank Duff kepada para legioner. Mereka mendorong dibentuknya kelompok-kelompok doa bagi Frank Duff. Beberapa dewan dan presidium yang tergabung melakukan rapat virtual. 16 seminaris mengucapkan Janji Legio. Pada 7 September, Pemimpin Rohani Senatus merayakan Misa untuk menandai berdirinya Legio Maria.


PERU

Senatus Lima: Rapat diselenggarakan secara virtual. Banyak legioner yang tidak memiliki teknologi atau internet untuk mengikuti rapat. Pemimpin Rohani jika tidak dapat mengikuti rapat akan mengirimkan pesan suara. Karya kerasulan secara umum terbatas pada kontak anggota auksilier/ keluarga/ teman. Legioner muda menjadi lektor pada misa online dan membantu persiapan sakramen. Mereka juga mengunjungi rumah-rumah dengan membawa gambar Bunda Maria tetapi tidak masuk ke rumah itu. Mereka juga mengunjungi pemakaman dan berdoa di luar. Uskup Agung Arequipa menjumpai mereka secara virtual setiap Sabtu pagi. Dalam rangka persiapan 100 tahun Legio Maria, sebuah novena kepada Hati Kudus Yesus dan Maria diselenggarakan oleh 320 legioner. Workshop virtual mengenai spiritualitas Legio Maria dihadiri oleh 200 orang. Pemimpin Rohani Senatus merayakan misa ulang tahun Legio Maria pada 7 September dan Triduum bagi Frank Duff dilaksanakan pada 5 – 7 November.


VENEZUELA

Senatus Caracas: Senatus tetap melakukan kontak dengan dewan-dewannya melalui Zoom. Pada 7 September sebuah Misa umum secara virtual dirayakan di Caracas yang dipimpin oleh Pemimpin Rohani Senatus. Perayaan ini berlangsung meriah dan mereka berharap dapat menarik anggota baru karena banyak legioner dan non legioner yang menyaksikan.


COLUMBIA

Senatus Bogota: Rapat Senatus bulanan diselenggarakan secara virtual dengan tim koresponden. Mereka tetap berhubungan dengan dewan-dewan tergabung melalui email. Rapat Senatus bulan November dilakukan secara tatap muka dengan kehadiran yang dikurangi dan pada rapat ini akan diselenggarakan pemilihan tiga perwira. Para anggota muda dari Regia Cartagena menyelenggarakan Rosario di taman dengan menggunakan pengeras suara. Pemimpin Rohani Regia Tunja menyelenggarakan talkshow online tentang Maria dimana beberapa Uskup menjadi pembicaranya. Mantan Pemimpin Rohani Senatus, Rm. Alfredo, seorang imam Montfortan, menyelenggarakan konsekrasi kepada Yesus melalui Maria menurut Bakti Sejati kepada Maria secara online, banyak legioner mengambil bagian termasuk beberapa legioner dari Panama. Karya Legio menjadi terbatas, beberapa legioner melakukan kontak telepon, yang lainnya memberikan katekese virtual untuk sakramen Komuni Pertama dan Penguatan.

Senatus Medelin: Rapat Senatus diselenggarakan secara virtual. Pada perayaan ulang tahun Legio Maria yang ke 99, Misa secara online disiarkan oleh Channel TeleVid dan diulangi dua kali pada hari itu agar banyak orang yang dapat mengikuti. Regia Rio Negro dan Calis melaksanakan sesi workshop virtual yang dihadiri oleh para imam.


IRLANDIA

Komisium Carlow: Berpartisipasi dalam Rosario virtual 24 jam yang diikuti oleh 72 orang termasuk non legioner dan 4 imam, Kuria Laois dengan 24 partisipan, Kuria Kildare 124 partisipan, termasuk beberapa non legioner. Di awal musim panas mereka menyelenggarakan Doa Siang Hari secara virtual untuk para anggota yang dipimpin oleh Rm. John McEvoy. Doa ini sebagai pengganti retret tahunan yang tidak dapat dilaksanakan karena pandemi. Komisium juga melakukan outing secara virtual dimana Rm. McEvoy menjelaskan beberapa tempat yang menarik.


AFRIKA


MESIR

Senatus Mesir: Melaksanakan rapat secara virtual selama lockdown. Perayaan ACIES dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom. Rapat-rapat presidium umumnya telah kembali normal dengan memperhatikan protokol kesehatan. Namun, aktivitas apostolik dan kunjungan masih belum dapat dilaksanakan. Doa Rosario disiarkan setiap minggu melalui Pusat Media Katolik Youtube dan Facebook oleh presidium di Cairo dan Alexandria. Senatus diundang untuk berbicara mengenai Legio Maria pada sebuah episode khusus Radio Maria yang disiarkan secara langsung ke Gereja Katolik Koptik.


ANGOLA

Senatus Luanda: Luanda dan beberapa daerah di utara Angola mengalami lockdown karena Covid19 dan aktivitas Legio dihentikan kecuali bentuk-bentuk doa. Tidak ada rapat Senatus. Pada beberapa keuskupan dimana situasi Covid19 lebih baik, rapat-rapat presidium dan dewan tetap dilaksanakan. Ketua Senatus menyiarkan berita kematian seorang legioner yang telah melayani dengan begitu lama, Francisco Félix José Maria pada 9 Agustus 2020. Beliau telah berkontribusi besar dalam pengembangan Legio Maria di Angola.

Kabar Senatus Desember 2020

This image has an empty alt attribute; its file name is Untitled-design-edited-300x169.jpg

“Kamu lihat, bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan, dan oleh perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yak 2 : 22)


Terima kasih kepada bapak/ ibu/ saudara/i auksilier dan ajutorian yang senantiasa mendoakan Legio Maria. Berikut adalah buah dari doa teman-teman auksilier dan ajutorian, sekaligus karya dari teman-teman aktif dan pretorian.


BANDUNG

Komisium Bunda Rahmat Ilahi – Bandung. Rapat presidium/ dewan secara tatap muka belum dapat dilakukan. Pembentukan Kuria Pantura yang terdiri dari presidium-presidium di Paroki Cikampek, Karawang, Subang, dan Purwakarta masih dalam proses.


BALIKPAPAN

Kuria Bejana Kebaktian – Balikpapan. Terdapat satu presidium di daerah Bontang yang sudah vakum. Perwira kuria sedang berusaha untuk mengaktifkannya kembali. Selain itu, terdapat 2 presidium yang sudah diijinkan untuk mengadakan rapat presidium secara tatap muka.


TANJUNG SELOR

Kuria Bejana Kerahiman – Tanjung Selor. Presidium dan kuria tidak dapat melaksanakan rapat online karena keterbatasan media komunikasi sehingga legioner hanya berdoa Tessera bersama pada jam rapat kuria dan presidium. Pada 21/8, Kuria ini berhasil mengadakan misa ACIES yang dihadiri sekitar 60 orang legioner dengan menerapkan protokol kesehatan.

Legio Maria Tetap Berbuah di Tengah Pandemi

Sumber berita : Dewan Kuria Benteng Perdamaian – Dahor

Masa pandemi ini menjadi tantangan bagi hampir semua orang. Rutinitas pertemuan tatap muka legioner setiap minggunya berubah menjadi pertemuan online, berdoa Tessera via daring, dan ada banyak perubahan lainnya. Pastinya banyak legioner yang berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi ini. Namun perubahan itu tidak melunturkan semangat legioner dari Balikpapan untuk terus mengembangkan Legio Maria.

Kuria Benteng Perdamaian di Dahor – Balikpapan berhasil mendirikan satu presidium senior di Stasi Sebakung selama pandemi ini. Presidium yang namanya masih belum ditentukan ini, beranggotakan ibu-ibu yang merupakan istri dari para pekerja kelapa sawit di Sebakung. Pembentukan presidium ini diawali dengan inisiatif dari salah satu ibu yang penasaran dengan Legio Maria. Ia mencari tahu dan memutuskan untuk hadir dalam rapat online presidium yang ada di Stasi ITCI.

Ketua Kuria, Ibu Caroline, yang juga hadir dalam rapat presidium ITCI memperkenalkan lebih dalam tentang Legio Maria kepada ibu tersebut di akhir rapat. Ibu tersebut bertanya banyak dan dijawab oleh Ibu Caroline berdasarkan buku pegangan.

Setelahnya, ibu tersebut membagikan pengalaman yang ia dapatkan dari rapat Legio Maria kepada teman-temannya. Ternyata cerita pengalaman ini direspon baik dan berbuah, sehingga teman-teman Ibu juga tertarik bergabung dengan Legio Maria. Karena jumlah orang yang ingin bergabung dengan Legio Maria cukup banyak, maka dibentuk sebuah presidium di Sebakung. Walau pun belum memiliki nama, presidium ini tetap berjalan dengan mengadakan rapat rutin secara online.

Perjalanan Menuju Penajam

Sebakung adalah salah satu stasi yang berjarak sekitar 100 km dari Paroki Penajam. Perjuangan dari Balikpapan ke Penajam sendiri sudah membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam menggunakan mobil dan kapal untuk menyeberang selat. Apalagi dari Penajam menuju Sebakung yang harus melewati hutan sawit segala.

Sebagai kilas balik, para perwira Kuria Benteng Perdamaian memutuskan untuk berkunjung dari Balikpapan ke Paroki Penajam atas permintaan Pastor Agustinus Adeodatus Wiyono, OMI sekitar akhir tahun 2017 lalu. Pada saat itu, Legio Maria sama sekali belum hadir di sana.

Niat baik Pastor Wiyono ini ternyata disambut baik oleh para umat di Paroki Penajam dan stasi ITCI. Setelah sebuah sesi perkenalan Legio Maria yang diprakarsai oleh Pastor Wiyono sendiri seusai salah satu Misa hari Minggu di akhir tahun 2017 itu, sebuah presidium senior segera terbentuk di Paroki Penajam dan stasi ITCI. Hingga saat ini ada satu presidium senior dan satu presidium junior di Paroki Penajam, beserta tiga presidium di stasi ITCI.

Ditulis oleh Winona Maria dan Gabriella Ideline, diedit oleh Ovlicht Schiere

Ziarah Goa Maria

Sumber berita : Dewan Komisium Ratu Pencinta Damai – Palembang

Pada tanggal 8 Desember 2020, bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, Komisium Ratu Pencinta Damai Palembang mengadakan ziarah ke Gua Maria Bunda Belas Kasih, Podomoro. Walau pun sedang di masa pandemi, legioner tetap semangat untuk menumbuhkan iman, tentunya dengan konsisten menggunakan masker. Sebanyak 48 legioner dari 8 presidium dalam kota mengikuti acara tersebut, mereka berangkat dengan kendaraan masing-masing. Acara dimulai dengan Doa Rosario bersama pada pukul 15.30 WIB, lalu dilanjutkan Misa Kudus secara konselebrasi oleh RD. Makarius Samandi (Pemimpin Rohani Presidium Pintu Surga) dan RD. Vinsensius Setiawan Triadmojo (Pemimpin Rohani Komisium).

Dalam homilinya, RD Vinsensius Setiawan T. mengatakan bahwa “Maria dikandung tanpa noda dosa asal merupakan dogma yang diumumkan oleh Paus Pius IX pada tanggal 8 Desember 1854. Bunda Maria merupakan satu-satunya yang mendapat rahmat yang istimewa dari Tuhan yang Maha Besar sejak ia terbentuk sebagai janin. Dan oleh karena mengandung Kristus Penyelamat manusia, ia dibebaskan dari semua noda dosa asal”.

Lanjutnya, “Saat berdoa Rosario, kita juga mengulangi sapaan malaikat kepada Bunda Maria dan sukacita Elizabeth ketika dikunjungi Maria. Kitab Suci Peranjian Lama menyebutkan Maria sebagai ‘perempuan’ yang keturunannya akan mengalahkan ular/ iblis. Maria sebagai Hawa Baru akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan menggembalakan semua bangsa, yang pada akhirnya mengalahkan iblis itu. Maria sejak semula bebas dari kekuasaan iblis”.

Setelah misa selesai, Pemimpin Rohani Komisium membagikan medali wasiat kepada seluruh legioner dan menjelaskan sejarah serta manfaatnya. Pada hari itu juga diumumkan 5 orang pemenang kuis online tentang Bunda Maria yang dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober – 30 November 2020.

Mengatasi Hambatan

Sumber berita : Presidium Bunda Penolong Abadi – Balikpapan

Di masa pandemi ketika kegiatan tatap muka sulit untuk dilakukan, salah satu presidium junior dari Paroki St. Klement I – Sepinggan, Balikpapan bekerja sama dengan tim Sekami Paroki mengadakan kegiatan Bina Iman Sekami secara online.

Awalnya teman-teman junior dari Presidium Bunda Penolong Abadi ini hanya terlibat sebagai penyanyi/ penari dalam Bina Iman Sekami. Lalu sejak bulan April 2020, mereka diminta membantu lebih banyak dalam pelaksanaan kegiatan ini secara online dengan pendampingan dari Romo, Frater, Suster, dan tim Sekami.

Bina Iman Sekami online yang diadakan secara live streaming melalui youtube San Clemens menghadirkan tema yang berbeda setiap minggunya, sehingga anak-anak tidak bosan dan bersemangat. Acara tersebut dimulai pukul 11.00 WIB dengan sapaan oleh MC, dilanjutkan dengan iringan lagu serta tarian, lalu dilanjutkan dengan doa pembuka.

Setelah doa pembuka acara dilanjutkan dengan drama atau dialog singkat yang berhubungan dengan tema yang dibawakan. Setelah drama selesai, pembicara akan menjelaskan makna tema berdasarkan kitab suci. Kemudian acara yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut ditutup dengan doa dan nyanyian.

Legioner junior berpartisipasi sebagai MC, memimpin doa pembuka dan penutup, bernyanyi, menari, dan berdialog/ drama. Bina Iman Sekami online ini menjadi karya nyata perutusan legioner junior di masa pandemi ini, mereka menghidupi semangat keimanan khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Kegiatan ini lagi-lagi menjadi gambaran bagi kita bahwa di tengah kondisi keterbatasan ini, karya pelayanan tetap dapat dilakukan. Bagaimana dengan karyamu?

Ditulis oleh Kevin Fernando, diedit oleh Gabriella Ideline

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, 8 Desember

Dari Berbagai Sumber

Suatu hari, di suatu desa terpencil, ada seseorang (sebut saja Sukri) yang menemukan kloset duduk yang dibuang. Ia tidak pernah melihat benda itu seumur hidupnya, sehingga tidak tahu kalau itu adalah kloset (jamban). Dia bahkan mengagumi benda itu, karena dipikirnya ‘antik’. Sukri lalu membawa pulang kloset itu ke rumah dan dibersihkannya sampai kinclong. Kebetulan esok harinya Sukri berulang tahun dan dia berencana akan mengundang teman-teman satu kampungnya. Dia berpikir, alangkah uniknya jika nasi tumpeng ulang tahunnya diletakkan di dalam ‘benda’ itu (yaitu kloset).

Nah, noda dosa itu jauh lebih buruk daripada kloset, dan kemuliaan Yesus jauh mengatasi dan tidak dapat dibandingkan dengan nasi tumpeng. Nasi tumpeng tak pernah klop diletakkan di dalam kloset. Dan tentu, Yesus yang Maha Kudus, tak mungkin dapat dikandung oleh rahim seseorang yang tercemar dosa. Maka oleh kuasaNya, Allah menguduskan rahim itu, membuat Bunda Maria terbebas dari noda dosa.

Maria Dikandung Tanpa Noda adalah suatu dogma Gereja Katolik Roma kita, dimana Bunda Tuhan terbebas dari setiap noda dosa asal. Maka dari itu Bunda Maria telah terbebas dari segala dosa sejak awal hidupnya. Hal ini untuk mempersiapkan dirinya menjadi Ibu Tuhan. Kelahiran Bunda Maria memang berlangsung normal seperti manusia pada umumnya melalui kedua orang tuanya, Santa Anna dan Santo Yoakim. Namun yang membedakan adalah kemurniannya dari segala dosa yang sejak dari pembuahan.

Pada tahun 1708 Paus Klemens XI menetapkan hari raya dikandungnya Maria tanpa noda untuk seluruh Gereja Katolik.

Pada tanggal 8 Desember 1854 Paus Pius IX mengumumkan dalam Bulla Ineffabilis Deus dogma Maria Dikandung Tanpa Noda. Sebuah kelanjutan dari dogma ini menyatakan bahwa perbedaan Bunda Maria dibandingkan dengan semua manusia biasa adalah bahwa pada akhir hidupnya, Bunda Maria tidak lagi memerlukan pemurnian di api penyucian, karena pemurnian Bunda Maria sudah terjadi pada masa di kandungan ibunya melalui pembebasannya dari dosa asal dan bahwa Bunda Maria selama hidupnya tidak pernah melakukan dosa. Hal ini dinyatakan dalam dogma Maria Diangkat ke Surga, pada tahun 1950 oleh Paus Pius XII.

Di Gereja kita, dogma Maria Dikandung Tanpa Noda ini diperkuat oleh penampakan Bunda Maria di Lourdes pada tahun 1858, di mana Bunda Maria kepada Santa Bernadette Soubirous beberapa kali menampakkan dirinya dalam wujud seorang wanita yang berpakaian putih. Ia memperkenalkan dirinya kepada Santa Bernadette sebagai seorang yang dikandung tanpa noda dosa.

Dogma ini juga memiliki dasar dari Kitab Suci yang belum dijelaskan dalam artikel ini.

Ditulis oleh Anson Santoso, diedit oleh Gabriella Ideline

Kesetiaan Legioner

Buku Pegangan Bab 29 halaman 188
Alukosio oleh PR RD Antonius Didit Soepartono – Rapat Senatus ke 396-I/ Tahun ke-33


Tujuan organisasi adalah untuk mempersatukan banyak orang. Demikian pula Legio Maria, apabila memiliki semakin banyak anggota, maka tujuan ini akan semakin tercapai. Seluruh anggota akan dipersatukan dalam doa, karya, dan pelayanan bersama. Oleh karena itu, legioner seharusnya tidak memisahkan diri dan melakukan sesuatu berdasarkan kemauan sendiri.

Dasar persatuan adalah ‘kesetiaan’; kesetiaan anggota kepada presidium, kesetiaan presidium kepada kuria, dan seterusnya. Namun kesetiaan itu tidak hanya dilakukan oleh bagian yang paling rendah kepada bagian yang lebih tinggi, melainkan juga sebaliknya. Oleh karena itu, masing–masing dewan wajib memonitor dewan/ presidium di bawahnya. Selain itu, kesetiaan juga berarti setia kepada pimpinan gereja, bukan hanya kepada Pemimpin Rohani saja tetapi juga kepada Pastor Paroki setempat. Kesetiaan sejati yang sungguh dijiwai akan menghindari sikap menang sendiri/ egois. Legioner yang setia akan menunjukkan sikap Bunda Maria yang ia teladani, Bunda Maria yang taat kepada Tuhan dan firman Allah.

Buah kesetiaan adalah ‘ketaatan’ dan bukti ketaatan adalah kesiap-sediaan untuk melaksanakan tugas pelayanan dengan menerima keadaan dan keputusan yang sekalipun tidak menyenangkan dengan hati gembira. Legioner yang baik harus siap diutus ke mana pun tanpa pilih-pilih. Seorang perwira harus menjadi pemimpin yang memberikan contoh yang baik, bukan menjadi pimpinan yang hanya mau melihat hasil baik saja.

Legio Maria adalah pasukan -angkatan bersenjata- Perawan Yang Amat Rendah Hati. Bukan harus perang dengan senjata, namun di jaman sekarang ini kita diajak untuk menyangkal diri dari kedagingan kita. Walaupun dengan banyak keterbatasan kita, mari tetap mengupayakan memberikan yang terbaik dalam karya kita.

Pesan bagi semua legioner agar tidak bertindak, berkata, dan berpikir yang menimbulkan perpecahan atau pun menyebarkan isu yang tidak jelas. Bagi para perwira juga hendaknya tidak melalaikan kewajiban untuk hadir rapat dan memelihara anggotanya masing-masing. Perwira tidak hanya menjalankan tugasnya saja namun juga harus mempersiapkan regenerasi. Ingatlah kesetiaan dan ketaatan Bunda Maria yang merupakan teladan kita.

Dasar persatuan adalah ‘kesetiaan’. Buah kesetiaan adalah ‘ketaatan’. Bukti ketaatan adalah kesediaan untuk menerima keadaan dan keputusan yang tidak menyenangkan – harus menerima segalanya dengan hati gembira.

Persekutuan Para Kudus

Sumber berita : panitia 100 tahun Legio Maria

Dalam rangka menyambut 100 tahun Legio Maria, Dewan Senatus Bejana Rohani dan panitia telah mempersiapkan acara Talkshow online sebagai salah satu rangkaian acara. Pada 21 November 2020, talkshow #3 telah berhasil dilaksanakan oleh Komisium Ratu Para Rasul – Jakarta Barat 1 dengan ditonton oleh ± 230 orang. Tema “Persekutuan Para Kudus” diangkat sesuai dengan liturgi Gereja Katolik yang memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus pada tanggal 1 November.

Talkshow dipandu oleh moderator, Sdri. Masro Intan Sinaga – legioner Presidium Cermin Kekudusan di Paroki Bunda Hati Kudus, Kemakmuran – Jakarta Barat. Dengan satu orang pembicara imam dan dua orang pembicara awam berikut ini.

  1. Pastor Agustinus Handoko HS, MSC– Ketua Tim Pembangunan Propinsialat MSC.
  2. Sdr. Fransiskus Junius Wijaya, OFS – APR Presidium Maria Tak Bernoda dan Presidium Pohon Sukacita di Paroki Santo Petrus dan Paulus, Mangga Besar – Jakarta Barat.
  3. Sdri. Lucia Wenehen – legioner Presidium Bunda Para Kudus di Paroki Kristus Salvator, Slipi – Jakarta Barat.

Bagi kebanyakan orang, persekutuan para kudus adalah para santo santa atau para biarawan – biarawati. Padahal persekutuan para kudus itu sebenarnya merupakan perkumpulan ‘kita’ semua yang sudah dibaptis menjadi anggota tubuh mistik Kristus dan percaya pada Yesus Kristus sebagai juru selamat.

Yesus Kristus merupakan kepala dari persekutuan ini. ‘Kita’ dalam konteks ini didefinisikan dalam tiga status berikut:

  1. Kita semua yang masih berjuang dan hidup di dunia.
  2. Mereka yang telah meninggal dan masih dalam proses pemurnian di api penyucian.
  3. Mereka yang sudah berbahagia di surga.

Walaupun kita yang masih berjuang di dunia ini sudah termasuk dalam persekutuan para kudus, bukan berarti kita dapat hidup dengan tidak baik. Kita tetap harus menjaga kekudusan itu dengan tetap berusaha agar hidup kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Yesus Kristus adalah kudus, Dia merupakan Injil yang Hidup atau kabar sukacita. Manusia dicipatakan menurut gambaran Allah, maka manusia dapat menjadi kudus apabila mampu menampakkan wajah Allah dalam setiap peran kehidupan di mana pun kita berada, baik dalam peran sebagai anak, orangtua, istri, suami, legioner, dsb. Jadi apapun peran atau profesi kita, kita sejak awal memang diajak untuk menjadi kudus. Menjadi kudus harus direalisasikan dalam hubungan yang harmonis dengan Allah dan juga dengan sesama.

Di tengah kehidupan saat ini, memang tidak mudah untuk menjadi kudus, namun itu bukan hal yang tidak mungkin. Mengusahakan kekudusan dapat dimulai dengan hal – hal sederhana dengan cinta yang besar dan tulus. Sebagai manusia biasa, apabila kita terjatuh maka coba selalu bangkit lagi untuk menjadi pribadi yang lebih baik/ kudus. Perjuangan ini tentunya dapat diperkuat dengan mengikuti komunitas di Gereja, salah satunya dengan bergabung dalam Legio Maria. Komunitas yang baik untuk kita adalah komunitas yang dapat membantu kita semakin bertumbuh dalam iman.

Selain itu, di masa kemajuan teknologi saat ini, salah satu jalan kekudusan adalah dengan bijaksana menggunakan internet. Kita dapat meneladani Beato Acutis yang memanfaatkan internet untuk menyebarkan kekudusan dengan membuat sebuah website mujizat Ekaristi dan ada banyak orang yang bertobat setelah membaca website ini. Atau dengan membuat status/ caption di media sosial yang isinya memberikan semangat/ajakan untuk melakukan hal positif.

Dalam talkshow ini, pembicara juga membahas mengenai: Mengapa umat Katolik menghormati Santo Santa atau memohon perantaraan doa dari mereka? Karya kekudusan apa yang dapat dilakukan oleh legioner selama masa pandemi ini? Mengapa umat Katolik mendoakan mereka yang berada di api penyucian? Bagaimana menyikapi umat agama lain yang ajarannya berbeda dengan Gereja Katolik dalam hal para kudus?

Selain itu, seperti hal nya dalam talkshow sebelumnya, talkshow ini juga disertai dengan live chat yang menerima berbagai pertanyaan dari para legioner. Beberapa pertanyaan yang diajukan sebagai berikut: Mengapa jiwa-jiwa di api penyucian tidak bisa menolong diri mereka sendiri dan mereka butuh didoakan? Pada kehidupan manusia zaman dulu saat belum mengenal agama, apakah mereka menjadi bagian dalam persekutuan para kudus? Bisakah kita langsung menjadi para kudus yang berbahagia di surga tanpa melalui api penyucian?

Hmm…banyak pertanyaannya menarik bukan? So, kalau kamu ingin tahu semua jawaban pertanyaan di atas, jangan lupa nonton talkshow #3 di channel Youtube Senatus Bejana Rohani yaaahh… See you on talkshow #4 tanggal 19 Desember 2020 !

Berita Konsilium Oktober 2020

Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan kehidupan manusia. Namun demikian, Legio Maria di mana pun berada, tetap berusaha untuk merasul. Berikut ini beberapa cerita dari para legioner di negara maju dan berkembang. Sumber : https://www.legionofmary.ie/


INDONESIA
Senatus Jakarta: Senatus telah mengusahakan keaktifan dan kehadiran para legioner secara online. Tercatat 100 orang menghadiri seminar online tentang “Laudato Si: Apa yang dapat dilakukan Legio Maria?” Misa Tahunan Senatus Jakarta juga disiarkan langsung pada 5 September dengan dihadiri oleh 500 orang pada awalnya dan kemudian dilihat oleh 2.000 orang.

Senatus Malang: Senatus telah kembali rapat tatap muka pada bulan Agustus 2020 tetapi beberapa presidium belum mulai rapat. Laporan yang diberikan menunjukkan adanya Kerasulan Legioner untuk para orang sakit. Patrisian dan rapat presidium untuk para auksilier juga diadakan. Presidium junior juga berhasil didirikan di sekolah.

Senatus Kupang: Dua anggota komisium dari Pulau Sumba Barat menghadiri rapat senatus di bulan Juli 2020 dan menyampaikan laporan dewan mereka.


SINGAPORE
Wakil Ketua Senatus yang baru telah terpilih dan aktivitas Legio Maria telah terdampak serius karena pandemi ini.


HONGKONG
Rapat Komisium terakhir dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Para legioner telah bekerja sebagai penerima tamu dan dan pemeriksa suhu tubuh di gereja-gereja.


TAIWAN
Koresponden konsilium menerima surat dari legioner yang ditunjuk oleh Senatus Taiwan bahwa beberapa presidium masih melakukan rapat tetapi tidak dapat melakukan karya kerasulan selama pandemi ini.


KOREA
Senatus Seoul: Rapat senatus berhasil diadakan di bulan Mei, Juni dan Juli, tetapi rapat pada bulan Agustus dibatalkan, dan situasi di Korea saat ini sedang tidak pasti. Dewan Legio Maria dan presidium-presidium di bawahnya mengikuti jalan yang sama. Surat dari Ketua Senatus ke Konsilium pada bulan Juli memberikan banyak penjelasan. Kehadiran dewan-dewan di semua tingkatan terbatas hanya oleh Ketua saja. Rapat mingguan diadakan dengan menggunakan platform media sosial. Beberapa laporan tahunan termasuk dengan notulensinya menunjukkan bahwa pekerjaan kerasulan yang baik telah dilakukan. Kontak orangorang tetap dilakukan untuk menjadi seorang katekumen.

Senatus Gwangju: Rapat diadakan pada bulan Juni, Agustus, dan September. Banyak rapat mingguan yang diadakan melalui media sosial. Laporan dari dewan ke Senatus memberikan rincian karya kerasulan yang luas. Bahkan ada satu Komisium melaporkan berhasil membentuk 3 presidium selama masa pandemi.


JEPANG
Senatus Osaka:
Laporan Presidium menunjukkan ada berbagai karya kerasulan yang dilakukan oleh para anggota. Presidium Regina Apostolorum (Gereja Imaichi) memiliki 8 anggota dengan Pemimpin Rohani Romo Nan. Mereka mengunjungi para manula di rumah-rumah mereka dan pusat perawatan manula. Mereka telah menunjukkan komitmen besar dalam pekerjaan ini. Ada pasangan suami istri yang pernah dikunjungi oleh para Legioner ini – setelah beberapa waktu dibaptis saat Paskah. 4 orang peserta sekolah minggu yang diselenggarakan oleh Presidium Our Lady of Lourdes (Gereja Toyonaka) juga dibaptis saat Paskah. Presidium Hati Immaculata (Gereja Hirakata) yang didirikan pada tahun 1964, sekarang memiliki 7 orang anggota. Mereka menjalankan kegiatan “Udon Corner” pada Minggu pagi yang memberikan kesempatan untuk melakukan banyak kontak pribadi.

Kabar Senatus November 2020

This image has an empty alt attribute; its file name is Untitled-design-edited-300x169.jpg

“Kamu lihat, bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan, dan oleh perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yak 2 : 22)


Terima kasih kepada bapak/ ibu/ saudara/i auksilier dan ajutorian yang senantiasa mendoakan Legio Maria. Berikut adalah buah dari doa teman-teman auksilier dan ajutorian, sekaligus karya dari teman-teman aktif dan pretorian.


BALIKPAPAN

Kuria Benteng Perdamaian – Dahor. Presidium di stasi St. Mikael ITCI memulai rapat online perdana di kuria ini. Walaupun belum semua presidium dapat mengadakan rapat online, namun pada Oktober 2020, rapat kuria online juga sudah terlaksana. Telah terbentuk 2 presidium baru di stasi St. Mikael ITCI yang akan disahkan setelah situasi pandemi usai. Legioner tetap berkarya di gereja dan Posyandu dengan pembatasan.


JAKARTA

Kuria Mater Christi – Jakarta Pusat 1. Rapat dewan dan presidium secara online sudah berhasil dilaksanakan. Namun persentase kehadiran masih rendah. Legioner di dewan ini berhasil aktif dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat, sehingga secara tidak langsung legioner menampilkan identitas seorang Katolik.

Kuria Ratu Para Kudus – Jakarta Selatan 1. Walapun tidak seluruh presidium telah mengadakan rapat online, namun dewan ini sudah melaksanakan rapat kuria secara online. Pada akhir bulan Oktober 2020, dewan ini mengadakan misa ACIES online yang dihadiri oleh ± 60 orang legioner. Proses pembentukan presidium baru di Paroki Blok Q berhenti selama masa pandemi.

Scroll Up