Tetap Bersatu Walaupun Hanya Lewat Udara

Sumber berita : Dewan Kuria Cermin Kekudusan – Kampus

Pandemi Covid–19 di Indonesia sudah berlangsung sejak April 2020. Selama kurang lebih tujuh bulan itu, kita membatasi berbagai kegiatan dan mengurangi intesitas bertemu banyak orang. Ada begitu banyak pula perubahan drastis yang harus kita alami dan tentu saja kita diajak beradaptasi dengan cepat. Belajar, bekerja, rapat legio, silahturahmi, bahkan misa pun dari rumah saja. Walaupun demikian, adanya kemajuan teknologi saat ini membuat pembatasan ini menjadi lebih mudah.

“Selama masa pandemi, kami para anak muda yang masih kuliah ini justru jadi merindukan kuliah dan bertemu teman–teman, termasuk teman-teman legioner di presidium”, ujar seorang legioner muda. Berangkat dari kerinduan ini, sebuah presidium yang tergabung di Kuria Cermin Kekudusan – Kampus menugaskan seluruh anggotanya untuk ‘Doa Malam Bersama’ melalui Line Calls.

Saat di-sharing-kan dalam rapat kuria, tugas ini disambut dengan sangat baik dan diterapkan ke seluruh presidium tergabung di Kuria Kampus.

Ada presidium yang melaksanakan ‘Doa Malam Bersama’ setiap dua atau tiga kali dalam seminggu, bahkan ada presidium yang melaksanakannya setiap hari. Pertemuan ini biasanya dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dengan peserta dua sampai sepuluh orang.

Jadi.. ngapain aja sih ‘Doa Malam Bersama’ itu? “Kami berkumpul secara online, berdoa Catena, sharing tentang kegiatan/ hal baik/ masalah yang kami alami sepanjang hari itu. Lalu semua anggota yang sedang ikut doa malam ini akan mendoakan, menghibur, atau memberikan saran positif, selanjutnya diteruskan dengan doa malam. Tidak jarang pula Pemimpin Rohani dan Asisten Pemimpin Rohani kami ikut bergabung dalam ‘Doa Malam Bersama’ tersebut”, jelas seorang legioner muda.

“Dengan kegiatan ini, kami yang awalnya tidak rutin berdoa Catena alias bolong– bolong, sekarang jadi berdoa setiap hari. Dengan saling bertanya kabar, mendengarkan cerita satu sama lain, saling support dan mendoakan, kami juga menjadi semakin mengenal dan akrab satu sama lain”, lanjutnya menjelaskan.

Mungkin saja dari yang awalnya hanya menanyakan kabar, berakhir dengan saling jatuh cinta ^_^ Karena ada pepatah suku Jawa mengatakan “witing tresno jalaran soko kulino”, yang artinya “cinta itu tumbuh karena sering bertemu”.

Jadi legioner… apakah masa pandemi ini justru menghentikan kalian untuk saling bertemu? Yuuuukkk…. tetap bersatu walaupun hanya lewat udara.

Tyas Apriyanto

Masker Untuk Kau dan Aku

Sumber berita : Dewan Kuria Ratu Damai, Lampung

“Sudah melakukan apa saja selama pandemi ini?” — Mungkin kebanyakan orang akan menjawab bahwa mereka telah menemukan hobi baru untuk mengatasi rasa bosan selama di rumah saja, atau mungkin sedang meningkatkan kemampuannya, atau malah menjadi lebih dekat dengan keluarga. Yang pada intinya, kebanyakan dari mereka akan menjawab kalau mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk diri sendiri dan keluarga. Namun apa yang dilakukan oleh sekelompok orang ini berbeda dengan kebanyakan dari mereka tadi. Sekelompok orang ini berinisiatif untuk bergerak di bidang sosial dengan cara membagikan lebih dari 1000 masker untuk masyarakat di Lampung sejak bulan Maret lalu.

Orang-orang dari Paroki di bawah Keuskupan Tanjung Karang, bekerjasama dengan kelompok Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan devosan koronka untuk pembuatan lebih dari 1000 masker kain untuk masyarakat di Lampung. Tentu saja semua legioner di paroki-paroki tersebut juga aktif berkontribusi bukan hanya dengan doa tetapi dengan langkah nyata, yaitu terdapat 19 presidium dari tujuh paroki dengan jumlah total legioner ada 340 orang.

Bahan-bahan untuk membuat masker sudah disediakan oleh Komisi Keadilan Perdamaian (KKP) dan Pastoran Migran Perantau (PMP) Keuskupan Tanjung Karang. Bahan-bahan ini dibagikan ke beberapa paroki untuk dijahit. Masker kain ini dibuat secara khusus oleh para ibu-ibu yang memiliki pengalaman dalam menjahit dan dilakukan secara sukarela. Legioner membantu menjahit, mencuci, dan mengemas, sehingga ketika dibagikan masker sudah siap untuk digunakan. Selain masker, mereka juga berinisiatif untuk memberikan makanan siap santap untuk berbuka puasa di bulan Mei-Juni, serta ada tambahan dari hasil panen sayur dan tanaman herbal yang bisa digunakan untuk menjaga kondisi tubuh dalam situasi pandemi.

Proses pembuatan masker kain ini membutuhkan waktu kurang dari satu bulan. Setelah selesai dijahit, ketua lingkungan bersama dewan paroki yang bertugas untuk membagikan masker-masker ini ke umat Katolik maupun non-Katolik.

Masker dipilih menjadi hal utama untuk dibagikan kepada masyarakat di Lampung karena sekarang sedang pandemi dan banyak orang yang justru tidak
menggunakan masker. Alasan utama tidak menggunakan masker karena harga masker yang terbilang mahal dan kebanyakan orang memilih menggunakan uangnya untuk membeli barang pokok saja. Melihat kebutuhan ini, para legioner dan umat paroki yang lain tergerak hatinya untuk melakukan gerakan tersebut.

Winona Maria

Carlo Acutis, Beato Milenial

MEREKA AKAN MENGANTRI UNTUK MENONTON KONSER, TAPI TIDAK MAU BERDIRI SESAAT SAJA DI DEPAN TABERNAKEL.

Carlo Acutis

10 Oktober 2020 yang lalu, dunia para kudus digemparkan oleh seorang pemuda ganteng yang milenial banget. Yep, Carlo Acutis dibeatifikasi pada tanggal itu. Kita semua tahu bahwa Carlo membangun sebuah website yang berisikan katalog mukjizat Ekaristi. Tapi yang mungkin kita belom tahu adalah Carlo itu sama seperti pemuda biasa lainnya, dengan kecintaan luar biasa terhadap Ekaristi dan Rosario. Nih, simak yah…

Kabarnya, serial anime favorit Carlo adalah Pokemon.

Carlo bekerja sebagai seorang relawan di sebuah dapur untuk memasak sup bagi orang miskin.

Carlo adalah seorang pencinta satwa. Ia memiliki kucing dan anjing sebagai teman bulunya.

Carlo sama seperti pemuda lainnya, yang suka dengan komputer, buku, video game, bola, mobil, dan seorang gadis.

Berdoa Rosario menjadi saat kencan yang paling romantis bagi Carlo, dan karenanya Carlo tidak pernah melewatkan janjinya untuk berdoa Rosario setiap hari.

Carlo menempatkan Ekaristi sebagai hal yang utama dalam hidupnya, hingga mencari paroki terdekat dan menemukan jadwal misa menjadi prioritasnya saat dirinya sedang pergi berlibur bersama keluarganya.

JANGAN TAKUT MENJADI KUDUS
– Gaudete et Exsultate –
Paus Fransiskus, 2018

7 Oktober, Peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Dalam Gereja Katolik, bulan Oktober dikenal sebagai bulan Rosario. Biasanya selama bulan ini umat memperingatinya dengan Doa Rosario lebih rutin, baik secara pribadi maupun bersama kelompok atau kategorial. Doa Rosario merupakan doa devosi yang sederhana dengan manfaat yang besar, tapi tahukah teman-teman apa itu Rosario?

Rosario diartikan sebagai “Mahkota Mawar”. Dalam penampakan Bunda Maria kepada beberapa orang, Bunda Maria menyatakan bahwa setiap kali mereka mendaraskan satu Salam Maria, mereka memberikan satu kuntum mawar yang indah dan setiap mendaraskan Rosario secara lengkap mereka memberinya sebuah mahkota mawar.

Seperti bunga mawar yang merupakan ratu dari segala bunga demikian juga Rosario sebagai ratu dari segala devosi. Oleh karena itu Rosario merupakan devosi paling penting. Rosario dianggap sebagai doa yang sempurna karena didalamnya mengandung warta keselamatan yang mengagumkan.

Bersamaan dengan Bulan Rosario, umat Katolik di seluruh dunia juga memperingati Santa Perawan Maria Ratu Rosario.

Di setiap penampakan, Bunda Maria selalu berpesan untuk selalu mendoakan doa Rosario sebagai senjata ampuh untuk melawan kejahatan, dan sarana pembawa damai sejahtera.

Suatu hari Bunda Maria berpesan dalam penampakan kepada anakanak di Fatima, “berdoalah Rosario setiap hari…berdoa, berdoalah sesering mungkin dan persembahkanlah silih bagi para pendosa…akulah Ratu Rosario…pada akhirnya hatiku yang tak bernoda akan menang.”

Ratu Rosario adalah salah satu julukan Bunda Maria karena mukjizat yang terjadi pada tanggal 7 Oktober 1571, dimana terjadi suatu pertempuran armada laut yang dahsyat di Pantai Yunani, dan dikenal sebagai pertempuran Lepanto.

Kisah dari Bunda Maria sebagai Ratu Rosario ini menggambarkan kepada kita bagaimana dahsyatnya kekuatan dari doa Rosario dan bagaimana doa Rosario dapat memberikan mukjizat ketika kita mengimaninya dengan sungguh-sungguh. Legioner sebagai bala tentara Maria sudah seharusnya setia dalam mendaraskan doa Rosario terutama di bulan Rosario ini sebagai tantangan kesetiaan untuk kita dalam berdevosi kepada Bunda Maria sebagai seorang Legioner.

Kevin Fernando

Doa Rosario

Buku Pegangan Bab 18 halaman 118
Alukosio oleh APR Octavian Elang Diawan – Rapat Senatus ke-396-G/Tahun ke-33


Kita bersama memasuki bulan Oktober yang ditetapkan oleh Gereja sebagai bulan Rosario (bukan bulan Maria lho yah). Gereja menyadari betul bahwa Rosario memiliki peran istimewa dalam kehidupan iman Gereja.

Doa Rosario sudah dikenal di kalangan ordo Dominikan sejak abad XIII, tetapi baru memasyarakat setelah kemenangan tentara Kristen atas pasukan Turki di Lepanto. Pertempuran Lepanto adalah pertempuran laut yang terjadi pada tanggal 7 Oktober 1571 di Teluk Lepanto. Tentara Kekaisaran Ottoman berperang melawan tentara koalisi Kristen, yang disebut Liga Santa. Pertempuran itu melibatkan 6 kapal perang milik tentara Kristen melawan 208 kapal Ottoman. Selain itu, masing-masing pihak menurunkan sekitar 100.000 orang untuk berperang. Kekalahan tentara Turki merupakan pukulan yang telak dengan penenggelaman dan penahanan 205 kapal mereka, 30.000 korban jiwa, dan 8.000 tahanan perang.

Armada Kekaisaran Ottoman pada mulanya nampak tak terkalahkan. Namun kemenangan tentara Kristen yang dipimpin oleh Kekaisaran Spanyol, atas armada Turki di Teluk Lepanto memicu euforia di Roma. Di Roma Paus Pius V sibuk melakukan suatu hal yang tidak pernah akan dapat dilupakan dalam sejarah kekristenan.

Pertempuran berlangsung pada hari Minggu pertama bulan Oktober tahun itu dan kemenangan yang diraih diyakini sebagai akibat pertolongan “Rosario Santa Perawan Maria”. Sejak saat itu, doa Rosario menjadi populer di kalangan umat.

Pertempuran Lepanto

Menurut berbagai laporan, selama pertempuran berlangsung, di Roma Paus Pius V menunggu hasil perang sambil berdoa Rosario. Di tengah doa, beliau keluar dari kapel dan mengumumkan kepada semua umat beriman yang hadir, bahwa dalam sebuah penampakan beliau melihat Allah memberikan kemenangan kepada tentara Kristen dengan perantaraan doa Santa Perawan Maria. Demikianlah, setiap tanggal 7 Oktober Gereja Katolik merayakan peringatan wajib Rosario Santa Perawan Maria.

Rosario (dari bahasa Latin rosarium “mawar”) adalah doa tradisional Katolik yang merenungkan dua puluh “peristiwa” dalam kehidupan Yesus Kristus dan Bunda Maria. Doa ini mulai diperkenalkan sekitar tahun 800-an, untuk menggantikan doa Mazmur bagi umat yang buta huruf. Pada akhir abad pertengahan doa ini mulai ditinggalkan umat, sampai Beato Alano de la Roca menghidupkannya kembali di Köln (Jerman) pada abad ke-15.

SIKAP BATIN DALAM DOA ROSARIO

Yang pertama, pusat doa Rosario adalah Tuhan Yesus Kristus, karena Rosario adalah saripati peristiwa Injil. Maka baik kiranya kita bisa berdoa Rosario untuk semua peristiwa, artinya janganlah kita mengidolakan sebuah peristiwa tertentu dan terpaku pada satu peristiwa itu saja setiap kali berdoa Rosario.

Yang kedua, dalam melaksanakan Doa Rosario hendaklah batin kita benar-benar terisi oleh tenaga kekaguman akan kasih Allah melalui pengurbanaan Kristus, terisi dengan luapan rasa syukur kepada Allah atas pemeliharan jiwa dan badan kita, terisi dengan semangat untuk memperbaiki kualitas hidup rohani kita, serta terisi dengan pernyataan ungkapan-ungkapan iman yang meneguhkan dan menunjukkan ketergantungan kita pada Allah.

Seperti halnya Doa Rosario diyakini telah membawa laskar Kristen memenangkan pertempuran dahsyat di Lepanto, maka doa Rosario yang sama kiranya akan memampukan kita memenangkan peperangan dahsyat masa kini, di mana Gereja sedang berperang melawan arus sekularisme, hedonisme, materialisme, dan lain-lain. Tuhan memberkati. Ave Maria.

Talkshow #1 : Legioner Bergaul Akrab dengan Kitab Suci

Sumber : panitia rangkaian kegiatan 100 tahun Legio Maria

Dalam rangka menyambut 100 tahun Legio Maria, Dewan Senatus Bejana Rohani dan panitia telah mempersiapkan rangkaian acara. Salah satu acara itu adalah talkshow yang bertujuan untuk menumbuhkan iman legioner. Talkshow akan diadakan sebanyak 12 kali yaitu setiap bulan pada minggu ke empat hingga 7 September 2021 secara live streaming melalui channel youtube Legio Maria Senatus Bejana Rohani. Ada pun talkshow pertama telah terlaksana pada hari Sabtu (26/9).

Talkshow yang hanya berdurasi satu jam tersebut banyak mendapat kesan positif dari para legioner yang menontonnya. Menurut mereka, talkshow pertama ini berlangsung dengan ringkas, jelas, mudah dipahami, mengena, dan tentunya tidak membosankan. Tema yang diangkat juga disesuaikan dengan bulan September yang dalam liturgi Gereja Katolik diperingati sebagai bulan Kitab Suci.

Talkshow dipandu oleh moderator Maria Apolonia Narahawarin – Legioner Kuria Cermin Kekudusan, Kampus.

Dengan pembicara imam oleh RD Robertus Guntur Dewantoro – Pastor Rekan Paroki St. Agustinus, Halim Perdana Kusuma dan APR Senatus Bejana Rohani tahun 2015. Selain itu juga ada dua orang pembicara awam yaitu Lusiana Palayukan – Legioner Komisium Maria Immaculata, Jakarta Barat 2 dan Kornelia Agnes Juliati – Legioner Komisium Our Lady of the Holy Family, Jakarta Timur.

Dalam talkshow tersebut, kedua pembicara awam memberikan sharing pengalaman hidup, bagaimana mereka merasa diteguhkan dengan ayat Kitab Suci yang mereka baca dan renungkan, sehingga mampu melalui suka duka dan setiap permasalahan hidup yang terjadi.

“Kitab Suci sangat penting bagi kita karena bukan hanya tubuh kita yang membutuhkan makanan, tetapi juga jiwa kita. Manusia itu hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi juga dari Firman Tuhan.

Firman Tuhan adalah pelita dan makanan bagi jiwa kita”, ungkap Lusiana yang juga merupakan ketua sub seksi katekumenat di Paroki St. Kristoforus – Grogol.

“Mengapa legioner harus membaca Kitab Suci?” tanya moderator kepada Lusiana. Ia lalu menjawab bahwa dalam doa Beatifikasi Hamba Allah Frank Duff pun, jelas disebutkan Bapa Frank Duff mendirikan Legio Maria sebagai tanda cinta kasih Bunda Maria bagi dunia dan sebagai sarana untuk melibatkan semua legioner dalam tugas gereja mewartakan injil. Selain itu, maskot Legio Maria adalah Bunda Maria sendiri, ia merupakan Ibu Yesus dan Yesus adalah firman yang menjelma menjadi manusia.

Agnes yang merupakan pembicara awam muda dan sudah ikut legio sejak sekolah sasar juga memberikan tips sederhana bagaimana agar anak muda membaca Kitab Suci. Tentunya anak muda saat ini tidak lepas dari gadget.

Oleh karena itu, jangan lupa men-download aplikasi e-Katolik, lalu posisikan aplikasi itu persis di sebelah aplikasi media sosial atau game yang paling sering kita buka. Sehingga setiap kali kita membuka aplikasi favorit, kita akan diingatkan untuk membaca Kitab Suci.

Sumber : https://youtu.be/KFli_dke6Xg

Menurut Rama Guntur, hubungan antara Kitab Suci dengan legioner dibagi menjadi tiga hal. Pertama, legioner adalah bala tentara Maria yang bergerak sesuai satu komando, dalam hal ini dikomando oleh Senatus Bejana Rohani sesuai arah gereja dan tentunya dengan meneladani semangat Bunda Maria. Kitab Suci dan semangat legioner ini tidak dapat dipisahkan. Kedua, Kitab Suci ibarat surat cinta Tuhan kepada anak-anak-Nya. Kita tidak mungkin mencintai tanpa mengenal, tidak mungkin mengenal tanpa memahami, tidak mungkin memahami tanpa kita sungguh-sungguh belajar. Jadi jika kita tidak sungguh-sungguh mempelajari Kitab Suci, bagaimana bisa kita mencintai Tuhan? Ketiga, kita bisa teguh dan kuat dalam menghadapi permasalahan kehidupan karena didasari iman kepada Tuhan yang pasti tertuang dalam ayat-ayat Kitab Suci, sehingga baik bagi kita untuk menemukan ayat yang sunguh-sunguh dapat menjadi pegangan/ pedoman bagi kita dalam mengahadapi permasalahan hidup agar dapat menjalani hidup dengan penuh syukur.

Selain berbincang-bincang dengan tiga orang narasumber, dalam talkshow ini juga ada live chat yang menerima berbagai pertanyaan terkait Kitab Suci dari para legioner dan Rama Guntur pun menjawab berbagai pertanyaan tersebut. Apakah membaca buku pegangan Legio Maria sudah cukup dibandingkan membaca Kitab Suci? Sebaiknya berapa kali membaca Kitab Suci dalam sehari/ berapa lama? Dimana kita sebaiknya membaca Kitab Suci? Apakah jika tidak membaca Kitab Suci merupakan dosa? Membaca dan berdoa dengan Kitab Suci, apakah merupakan dua hal yang berbeda? Lebih baik membaca Kitab Suci Perjanjian Baru atau Perjanjian Lama? Apakah membaca Kitab Suci melalui aplikasi online atau buku Ruah/Ziarah Batin sudah cukup atau harus menggunakan Kitab Suci fisik? Jika sudah mengikuti misa online setiap hari, apakah masih perlu membaca Kitab Suci lagi? Pada saat rapat legio, alukosio lebih baik diambil dari buku pegangan atau Kitab Suci? Lebih baik membaca atau mendengarkan ayat Kitab Suci?

Hmm…pertanyaannya menarik bukan? So, kalau kamu ingin tahu semua jawaban pertanyaan di atas, jangan lupa nonton talkshow #1 di channel youtube Senatus Bejana Rohani yaaahh… See you on talkshow #2!

Berita Konsilium Agustus 2020

Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan kehidupan manusia. Namun demikian, Legio Maria di mana pun berada, tetap berusaha untuk merasul. Berikut ini beberapa cerita dari para legioner di negara maju dan berkembang. Sumber : https://www.legionofmary.ie/


AMERIKA SERIKAT

Negara besar ini memiliki 9 Senatus dan 2 Regia. Rapat dilakukan secara virtual. Di beberapa senatus ada anggota Legio yang meninggal akibat virus Covid-19. Semoga Bapa Surgawi membawa para legioner ini dalam damai abadi di surga karena kerahiman Allah.

Di Senatus Houston, para legioner melakukan doa novena dan rosario selama 54 hari sejak Perayaan Maria Diangkat ke Surga dengan intensi agar wabah virus Covid-19 segera berakhir. Sedangkan di Senatus St. Louis, ada anggota yang melakukan evangelisasi melalui internet. Sebelum wabah Covid-19 terjadi, Senatus New York banyak melakukan kunjungan rumah dan membawa banyak orang kembali ke Gereja, bahkan di sebuah paroki, presidium baru beranggotakan 8 orang berhasil terbentuk.

Selama wabah Covid-19, tugas-tugas yang dilakukan Regia Arlington antara lain : kontak auksilier lewat telpon, mengirimkan kartu ucapan bagi para pasien, pendalaman Kitab Suci, dan presentasi kehidupan Edel Quinn secara virtual.

Senatus Cincinnati melakukan doa rosario virtual bersama para lansia di panti wreda dan mengajak para auksilier berpartisipasi. Selain itu, pada masa pandemi, para anggota ditingkatkan keanggotaannya menjadi pretorian.

Senatus San Fransisco melakukan kunjungan penjara secara virtual dan berdoa di depan patung Bunda Maria di depan rumah-rumah perawatan. Mereka juga mengadakan seminar “Buku Pegangan Legio sebagai sarana kateketik.”

Di Senatus Chicago, sebuah presidium membantu pastor paroki mensterilkan gereja tiap akhir pekan. Sebuah presidium di Senatus Boston membuat masker dan berbelanja untuk para lansia selama PSBB.


HINDIA BARAT

Hindia Barat memiliki Senatus di Haiti dan Puerto Rico, serta dua senatus lainnya di Republik Dominicana. Ada pula sebuah Regia di Trinidad dan Tobago.

Para legioner melakukan kontak telpon kepada auksilier dan orang sakit, menghibur keluarga yang berduka akibat Covid-19, mengajak umat ikut misa live streaming, serta berdoa bersama penderita depresi. Di Republik Dominicana ada 38 anggota legio yang meninggal akibat virus Covid-19. Semoga Bapa Surgawi membawa mereka dalam damai abadi di surga.

Di Regia Trinidad dan Tobago para legioner sudah mulai rapat sejak Juli 2020. Mereka berhasil membentuk presidium junior di sekolah khusus anak perempuan. Uskup Agung memberi tantangan untuk membentuk 100 presidium junior sampai dengan 7 September 2021!


ITALIA

Komisium Padua tidak bisa mengadakan rapat sejak Februari 2020 dan merupakan daerah terparah yang terpapar Covid-19. Sekretaris komisium adalah seorang dokter dan ia mengajak para perawat untuk berdoa dan bernyanyi bagi para pasien, serta mendoakan pasien yang menghadapi ajal.

Di Senatus Roma sebagian dewannya sudah mulai rapat.


IRLANDIA

Para legioner mengadakan rapat virtual serta membagikan leaflet doa rosario dan Frank Duff dalam kotak-kotak surat di perumahan-perumahan.

Dalam rangka persiapan 100 tahun LM, Myra House, rumah pertama tempat berdirinya Legio Maria akan direnovasi. Selain itu, para legioner juga berdoa bagi proses kanonisasi Hamba Allah Frank Duff.


AFRIKA

Nigeria. Memiliki 2 senatus dan 3 regia. Tugas-tugas yang dilakukan antara lain, kunjungan rumah, rumah sakit, juga rumah pelacuran, banyak orang yang kembali ke Gereja dan perkawinan diteguhkan.

Tanzania. Presidium yang pernah didirikan oleh Yang Terberkati Edel Quinn masih berdiri dan saat ini memiliki 10 anggota aktif dan 2 auksilier. Presidium yang terletak di Regia Dar-es-Salaam ini melakukan kunjungan rumah sakit dan penderita kanker.

Kabar Senatus September 2020

“Kamu lihat, bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan, dan oleh perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yak 2 : 22)


Terima kasih kepada bapak/ ibu/ saudara/i auksilier dan ajutorian yang senantiasa mendoakan Legio Maria. Berikut adalah buah dari doa teman-teman auksilier dan ajutorian, sekaligus karya dari teman-teman aktif dan pretorian.


JAKARTA

Kuria Mater Dei – Jakarta Utara 1: Rapat dewan online sudah berhasil dilakukan. Dewan ini aktif dalam Gerakan Layani Orang Tua (Gelora) di Paroki Kelapa Gading, bekerja sama dengan beberapa seksi dan kategorial lain.

Kuria Rosa Mystica – Jakarta Selatan 2: Rapat dewan dan online sudah berhasil dilaksanakan. Masih ada beberapa presidium yang tidak dapat rapat online karena anggota presidium yang sudah lansia. Selain itu, presidium seminari juga tidak dapat melakukan rapat rutin karena sebagian besar siswa seminari yang dipulangkan. Salah satu presidium di dewan kuria ini juga membuat masker kain dan membagi-bagikannya kepada warga lingkungan.

Kuria Tahta Kebijaksanaan – Jakarta Utara 3: Rapat dewan online sudah berhasil dilaksanakan. Terdapat kendala dalam rapat presidium junior, banyak orangtua yang keberatan anaknya mengikuti rapat legio virtual karena sekolah dan les juga virtual.


BOGOR

Komisium Bintang Timur – Bogor: Komisium ini telah melakukan sosialisasi Legio Maria di Paroki Kristus Raja Rangkasbitung pada Februari 2020, namun belum membuahkan hasil. Komisium ini sudah memulai kebiasaan merawat bumi dengan mengurangi pemakaian kertas, meminta legioner peduli sampah, dan pantang pantikfom. Selama masa pandemi, legioner mengunjungi umat gereja secara online, menyapa, dan bercakap-cakap.


KALIMANTAN

Komisium Santa Maria Perawan yang Setia – Pontianak: Komisium ini sudah dapat melaksanakan rapat legio tatap muka dengan protokol kesehatan. Selama masa pandemi, legioner di komisium ini melakukan aksi belarasa, bekerja sama dengan seksi dan kategorial lainnya.

Aduh, Deg-degan…

“Sis, jawab sis,” chat Erwin Rinaldi secara personal. “Duh, pelindungnya gereja Katedral Jakarta tuh Santa Perawan Maria diangkat ke Surga bukan yah? Jawab Santa Perawan Maria aja, deh. Nggak yakin nih,” batin salah seorang peserta. Dan sekian menit kemudian, Erwin jerit-jerit di chat, “Siiisss, kurang lengkap, sis. Maknanya beda,”. Ah… baiklah, terpaksa gugur dibabak ketiga ini.

Kamis (20/8) siang itu, Komisium Maria Immaculata – Dekenat Jakarta Barat II sedang mengadakan kuis Legio Maria berkaitan dengan buku pegangan, kewarganegaraan, dan iman Katolik secara umum. Niat utamanya adalah untuk semakin mengenal Legio Maria, iman Katolik, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tapi karena ada wabah virus covid19 yang membuat kita semua mengalami masa sulit dari berbagai sisi, niatnya jadi ditambah untuk menjaga semangat kebersamaan dalam sukacita.

Nah, kuis ini dilakukan secara online melalui salah satu aplikasi chat yang pasti dikuasai oleh berbagai usia : whatsapp. Sebanyak 66 orang hadir sebagai peserta, termasuk peserta undangan dari Lampung dan bahkan Pontianak. Secara keseluruhan, kuis ini dibagi menjadi empat babak. Babak pertama dan kedua adalah 10 soal pilihan ganda, dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Babak ketiga adalah tebak gambar, dengan maksimal waktu yang dimiliki peserta sekitar 25 detik untuk mengetik jawaban. Sementara babak finalnya merupakan video call secara terpisah dengan enam finalis yang berhasil bertahan. “Deg-degan gue jawabnya. Saking nervous-nya, gue cuma bisa ketawa doank. Hahaha,” cerita Meliana Lie, salah satu finalis, seusai menyelesaikan sesi video call-nya bersama dewan juri. Gitu-gitu dia berhasil menjadi juara tiga, loh…

Saat ditanya mengenai persiapannya, Enny Lestari selaku salah satu panitia pembuat soal mengatakan bahwa hal yang paling membuat khawatir adalah apakah akan ada peserta atau tidak. Bukan karena ini diadakan secara online yang butuh kuota internet dan sinyal bagus, tapi karena biasanya orang suka males ikut kuis. Takut kalah dan dipermalukan.

Padahal ini hanya permainan, yang tujuannya adalah untuk bersenang-senang namun berfaedah. Nggak percaya? Nih, cek tautan berikut di browser masing-masing yah : https://youtu.be/LamuotDq_TI.

Eiya, ada bocoran dari panitia rangkaian kegiatan 100 tahun Legio Maria. Tanggal 18 Oktober 2020 nanti, rencananya akan ada kuis Legio Maria online lagi loh, dengan peserta antar senatus. Dan di Indonesia, kita punya tiga dewan senatus. Begh… ke bayang nggak sih serunya kayak gimana nanti? Ikut gih, siapa tahu hadiahnya jalan-jalan ke Dublin, ye kan.

Tetap Berbela Rasa Selama Masa Pandemi

KOTA BARU, BANJARMASIN. Di masa pandemi, Paroki Keluarga Kudus – Kota Baru memberikan bantuan berupa 250 paket sembako kepada warga prasejahtera dan korban PHK (Katolik dan non Katolik) yang tinggal di sekitar gereja. Legioner pun berpartisipasi membantu proses distribusi paket ini.

Selama proses distribusi tersebut, legioner menyadari bahwa paket tidak disertai dengan sayur-sayuran. Padahal di masa pandemi ini, warga bukan hanya sekedar membutuhkan makan kenyang dengan beras dan indomie, namun justru membutuhkan makanan sehat.

Menyadari kondisi itu, legioner pun berinisiatif menambahkan sayur-sayuran dalam paket yang dibagikan tersebut. Dengan bermodalkan dana pribadi ditambah sumbangan dari umat lainnya, legioner dapat menyediakan 150 paket sayur (kangkung, cabai, tomat, daun singkong, dll). Dan Paroki bersedia menambahkan kekurangan 100 paket. Yang unik adalah sayur ini berasal dari kebun sayur milik legioner yang berprofesi sebagai petani.

Legioner juga membantu membuatkan kupon berisi jam pengambilan untuk dibagikan kepada keluarga prasejahtera yang sudah terdaftar, sehingga tidak menimbulkan kerumunan orang.

JAKARTA SELATAN 2. Sebuah presidium yang tergabung dalam Kuria Rosa Mystica berinisiatif membuat masker kain dan membagikannya kepada warga yang membutuhkan, termasuk supir angkot dan ojeg. Kegiatan berbagi ini disambut baik oleh warga lingkungan sekitar, sehingga pembuatan masker kain terus berlanjut untuk dibagi-bagikan.

TANGERANG. Legioner di Komisium Maria Assumpta, Tangerang bekerja sama dengan sie HAAK Paroki melakukan penyempotan disinfektan di perumahan warga dan membagikan sembako. Selain itu, legioner juga membantu membagikan masker dan APD yang berasal dari donator ke Puskesmas.

Scroll Up